[JAKARTA] Lembaga Penyiaran Publik Televisi Republik Indonesia (TVRI) memiliki program khusus untuk merayakan hari ulang tahun yang jatuh pada 24 Agustus. TVRI akan menggelar beberapa acara besar seperti sepekan film ASEAN dengan menampilkan film-film dari Myanmar, Vietnam, Thailand dan Brunei Darussalam.
Sejak berdiri pada 1962, TVRI mengalami beberapa kali perubahan status. Awalnya yayasan, kemudian menjadi salah satu bagian dari organisasi dan tata kerja Departemen Perhubungan, lalu jadi Perusahaan Jawatan, kemudian Persero dan akhirnya jadi lembaga Penyiaran Publik.
Dengan karyawan enam ribu orang lebih , diakui oleh Direktur Pengembangan dan Usaha, Hempi Nartomo Prajudi, pihaknya memang tengah berusaha keras untuk membenahi berbagai bidang. Salah satunya adalah mata acara siaran yang dinilai TVRI banyak memutar ulang acara lama. Praktik tersebut terjadi karena keterbatasan dana. Setahun terakhir TVRI, jumlah sinetron yang diproduksi sangat sedikit.
"Namun demikian kita juga sudah berusaha mengajukan anggaran tambahan di APBN nanti agar bisa mendapat lebih besar sehingga mampu memproduksi berbagai acara baru," ungkap Hempi.
Pada April lalu komposisi tayang ulang di TVRI mencapai 50 persen, lalu bulan-bulan selanjutnya bisa menurun sampai 11 persen. Hal ini erat kaitannya dengan kegiatan ulang tahun yang menghidupkan kembali Lomba Gatra Kencana yang diikuti 27 stasiun TVRI di seluruh Indonesia. Materi yang diproduksi meliputi Wajah Negeriku, Karya Tepat Guna. Pariwisata Alam dan Budaya serta Cakrawala Budaya. "Dengan adanya berbagai produksi ini tentunya bisa menurunkan jumlah tayang ulang," kata Hempi.
Selain produksi acara, segi kualitas gambar juga jadi perhatian. Saat ini, persiapan untuk memindahkan tiang pancar ke daerah Kedoya juga tengah dijajaki. "Semua televisi tiangnya ada di sana. Kita juga tengah mengupayakan ke sana agar kualitas gambar jadi lebih baik," jelas Hempi. [Ars/A-14]