[JAKARTA] Penataan sistem transportasi di setiap daerah baik tataran wilayah dan lokal harus mengacu pada Tataran Transportasi Nasional (Tatranas) sehingga upaya pembinaan penyelenggaraan transportasi dapat berkelanjutan, komprehensif dan terintegrasi dalam sistem negara kesatuan RI.
"Karena itu Tatranas, Tatrawil, dan Tatralok harus menjadi acuan bagi semua pihak dalam penyelenggaraan transportasi guna terwujudnya pelayanan transportasi yang efektif dan efisien," kata Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal dalam sambutannya yang dibacakan Staf Ahli Menhub bidang Regulasi dan Keselamatan Zulkarnaen Oyoeb dalam seminar "Sistem Transportasi Nasional (Sistranas) pada Tatrawil Kalimantan Barat", di Pontianak, Kamis (23/8). Seminar itu diadakan Badan Litbang Dephub bersama Pemprov Kalbar dan perguruan tinggi setempat.
Menurut Menhub, dalam keterangan tertulis yang diterima SP Jumat (24/8), Kalbar merupakan daerah strategis. "Di Kalimantan pengembangan jaringan prasarana transportasi jalan membentuk jalur utama yang melintas dari pesisir barat Pulau Kalimantan. Karena prasarana jalan di daerah utara masih kurang memadai, maka perlu peningkatan kelas jalan sehingga dapat saling terhubung lintas utara, tengah, dan selatan," paparnya.
Selain itu, lanjutnya, pengembangan transportasi sungai di Kalimantan perlu diperhatikan, khususnya untuk angkutan curah seperti batu bara dan minyak kelapa sawit, angkutan kayu serta pedalaman. Begitu pula transportasi penyeberangan. "Namun yang penting peningkatan pelayanan dan keselamatan," ujarnya.
Gubernur Kalbar Usman Ja'far dalam sambutannya tertulisnya mengatakan, Tatrawil mampu mendorong berkembangnya perekonomian daerah dan memberi jaminan pelayanan dan keselamatan transportasi kepada masyarakat. [PR/Y-4]