SUARA PEMBARUAN DAILY

Raisyah Ali Ditemukan

- Lima Penculik Dibekuk

- Minta Tebusan Rp 1 Miliar

sp/ignatius liliek

Korban penculikan, Raisyah Ali (5), kembali berkumpul dengan ayah dan ibunya, Ali Said (kiri) dan Nizmah Mukhsin Thalib (kanan), di Markas Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (24/8). Raisyah diculik sepulang dari sekolah di Taman Kanak-Kanak Al Ikhlas, Jatiwaringin, Jakarta Timur, 15 Agustus lalu.

[JAKARTA] Raisyah Ali (5) siswi TK yang diculik atau berada dalam penyekapan lima pelaku sepulang sekolah, sejak Rabu (15/8), akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi sehat, di sebuah tempat di kawasan Kampung Rambutan, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Jumat (24/8) sekitar pukul 09.00 WIB.

Selain menemukan Raisyah, polisi juga menangkap lima tersangka penculik gadis cantik anak pertama Ketua II Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi), Ali Said.

Polisi membuntuti para penculik mulai dari kawasan Petamburan, Jalan KS Tubun, Jakarta Pusat , hingga ke Kampung Rambutan, setelah mengetahui adanya negosiasi untuk menyerahkan tebusan Rp 1 miliar yang diminta penculik.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui otak penculikan adalah seorang wanita, berinisial GM, yang tak lain guru mengaji korban. Raisyah sempat dibawa ke Jatinangor, Bandung. Sedangkan empat tersangka lainnya baru lulus SMA.

Selama disekap, mengutip pengakuan Raisyah, dia tidak merasa diculik, karena sudah mengenal dekat pelaku. Kawanan penculik ini selanjutnya dibawa ke Polda Metro Jaya untuk menjalani pemeriksaan intensif terkait kasus penculikan tersebut.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman yang dikonfirmasi SP Jumat siang, membenarkan pengungkapan kasus tersebut, dan telah mengamankan Raisyah, sekaligus menangkap pelaku penculikan.

Kabar penangkapan penculik Raisyah juga disampaikan Kabareskim Mabes Polri, Komjen Pol Bambang Hendarso Danuri, di sela-sela Kongres Nasional Meeting & Forensic Medicine and Medicolegal, di Medan Jumat (24/8).

Menurut Kapolda, penangkapan atau pengungkapan kasus tersebut berkat informasi warga dan kerja keras petugas di lapangan sejak kasus tersebut ditangani tim Polda Metro Jaya.

Sementara itu, orangtua Raisyah langsung menuju Polda Metro Jaya, setelah menerima kabar ditemukannya buah kasih mereka. Pertemuan antara Raisyah dan orangtuanya, difasilitasi Kapolda, didampingi Direktur Reserse Kriminal Umum Kombes Pol Carlo Tewu dan petinggi Polda Metro lainnya, di Mapolda Metro Jaya.

Raisyah ketika bertemu ibu dan ayahnya terlihat gembira dan sempat menangis karena lama tidak bertemu orangtua tercinta, juga saudara lainnya.

Sehari sebelumnya, pada Kamis (23/8), Kapolda Metro Jaya mengungkapkan, motif penculikan telah diketahui, namun orang nomor satu di Polda Metro Jaya itu belum bersedia memerinci apa motif kejahatan tersebut.

Antisipasi Penculikan

Untuk mengantisipasi maraknya ancaman penculikan dengan sasaran anak atau murid sekolah, Polda Metro Jaya menggelar pengamanan, khususnya di lingkungan sekolah, berkoor- dinasi dengan pihak sekolah dan satuan keamanan lingkungan lainnya.

Kiat menghindari ancaman penculikan, sebagaimana dikampanyekan Polda Metro Jaya, terutama kepada orangtua atau wali, agar waspada saat menjaga anak. Pihak sekolah diimbau tetap ketat mengawasi murid dengan melibatkan orangtua atau orang-orang terdekat di sekelilingnya yang dapat dipercaya.

Kewaspadaan lainnya dalam rangka membendung ancaman penculikan juga diumumkan agar warga tidak segan selama 24 jam mengadukan atau melaporkan segala bentuk ancaman kejahatan apa pun terhadap petugas setempat.

Sebaliknya, pengaduan masyarakat harus dilayani dengan baik dan profesional oleh jajaran Polda Metro Jaya setelah menerima laporan terutama kasus kriminal di lapangan dengan cepat serta akurat menindaklanjuti sesuai fakta. [AHS/G-5]


Last modified: 24/8/07