SUARA PEMBARUAN DAILY

Munas Tak Kondusif

Rachmat Gobel Mundur dari Calon Ketua IPSI

SP/Mike Wangge

Calon Ketua Umum PB IPSI (Pencak Silat) Rachmat Gobel tampak sedih saat berada di tengah-tengah para pendukungnya, setelah dia memutuskan mundur dari pencalonan pada ajang musyawarah nasional (Munas) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini, Jakarta, Kamis (23/8) malam.

[JAKARTA] Calon Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) periode 2007-2011 Rachmat Gobel mengundurkan diri, seusai menyampaikan visi dan misi dihadapan seluruh peserta musyawarah nasional (Munas) di Padepokan Pencak Silat Taman Mini Indonesia, Kamis (23/8) malam. Rachmat memutuskan mundur setelah melihat suasana Munas ke-12 IPSI yang tidak kondusif, serta terjadi pelanggaran sejumlah tata tertib (Tatib) Munas.

Berdasarkan jadwal dan Tatib Munas, agenda pemilihan Ketua Umum PB IPSI periode 2007-2011 baru dilaksanakan pada hari terakhir, yaitu Jumat (24/8) siang, setelah Sholat Jumat. Namun pada hari ketiga, Kamis (23/8) siang, suasana Munas berubah. Ada pihak yang memaksakan kehendak agar agenda pemilihan dilaksanakan pada hari itu juga. Peserta Munas yang sejak Selasa (21/8) sudah terpolarisasi ke dalam dua kelompok, begitu gampangnya, mengabaikan Tatib. Mereka kemudian ikut menyuarakan melanggar Tatib, dan mengubah agenda Munas. Tidak ada penjelasan resmi dari pantia, mengapa agenda pemilihan dimajukan, tetapi diduga ada kelompok yang mengisyukan bahwa apabila tidak dimajukan maka akan terjadi "serangan fajar" untuk mendukung salah satu calon ketua umum.

Tak Siap

Rachmat Gobel tampak tidak siap ketika agenda pemilihan dimajukan. Karena pada jam tersebut, yaitu Kamis (23/8) malam sekitar pukul 10.30 WIB, Rachmat sedang melakukan pertemuan dengan Parlemen dari Jepang. Rachmat ditelepon untuk datang, karena pada malam itu juga dia harus menyerahkan pernyataan kesediaan secara tertulis kepada pimpinan sidang, dan menyampaikan visi dan misi. Saat itu, calon lain yang juga Ketua Umum IPSI Prabowo Subianto sudah ada dalam ruangan. Karena belum datang, pengusaha yang sudah tujuh tahun menjadi pengurus PB IPSI itu nyaris di drop, sehingga hanya ada calon tunggal. Tetapi ketika sidang diskor 15 menit, Rachmat Gobel datang, dan langsung memberikan visi dan misinya.

Pada saat itulah Rachmat menyatakan dia sangat kecewa pada Munas kali ini. Kecewa karena sejak awal Munas, mulai dari pembentukkan panitia untuk melakukan penjaringan dia merasa dimusuhi. Seolah-olah kehadirannya di IPSI hanya bermaksud merusak, dan mengacaukan. Padahal, putra Gorontalo kelahiran Jakarta 3 September 1962 ini memilih pencak silat karena dia ingin berbakti pada bangsa dan negara.

Tetapi IPSI ternyata menolak niatnya yang memiliki visi besar untuk memajukan pencak silat. Seusai menyampaikan visi dan misinya, Rachmat menyatakan karena suasana sudah tidak kondusif dia memilih mundur dari pencalonan. Rachmat menuruni podium sambil meneteskan air mata. "Saya sudah tidak di IPSI lagi, niat baik saya ditolak, saya dizalimi," tutur Rachmat mengakhiri sambutannya.

Rachmat disambut oleh para pendukungnya yang langsung meninggalkan ruangan Munas. Hanya para pendukung Prabowo tetap melanjutkan proses pemilihan. Dengan mundurnya Rachmat Gobel, maka Prabowo tetap menjadi Ketua Umum PB IPSI periode 2007-2011. [W-6]


Last modified: 23/8/07