SUARA PEMBARUAN DAILY

Jakarta Jelang Pagi

Joget Sampai Subuh

Perayaan HUT ke-62 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) tidak hanya membawa berkah bagi pedagang bendera dan tiang, atau aksesoris lainnya, tetapi juga menjadi berkah bagi pemilik atau pengusaha musik seperti organ tunggal. Sejak tanggal 17 Agustus lalu hampir di tiap sudut Kota Jakarta selalu didapati pergelaran puncak HUT Kemerdekaan RI yang menampilkan berbagai atraksi dan hiburan. Salah satu hiburan yang digemari masyarakat saat ini yakni penampilan organ tunggal dan penyanyi wanitanya. Pergelaran organ tunggal itu dimulai pada malam hingga subuh.

Di kawasan Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok, Jakarta Utara misalnya, beberapa pekan terakhir ini selalu ada pergelaran tersebut. Baik dalam rangka memeriahkan HUT kemerdekaan maupun hajatan lainnya seperti perkawinan ataupun sunatan masal. Tidaklah mengherankan jika banyak jalan di kawasan tersebut sering ditutup sementara.

Salah seorang warga Kebun Bawang, Watno mengakui, hampir setiap pekan dia dan rekan-rekannya nonton pergelaran organ tunggal. "Lumayan untuk hiburan kami. Kalau ada duit kami ikutan nyawer," ujar Watno. Pergelaran organ tunggal ini kian marak menjelang perayaan HUT Kemerdekaan. Apalalagi, di tempat Watno ini setiap perayaan HUT RI selalu ada pergelaran organ tunggal.

Menurut dia, pergelaran organ tunggal ini merupakan sarana hiburan yang murah jika dibandingkan sarana hiburan lainya. "Kita cuma modal datang saja, terus joget bareng. Apalagi, penyanyinya cakep-cakep dan seksi," ujarnya. Dia mengakui, alunan musik dan ajakan penyanyi untuk terus berjoget membuat ia dan rekan-rekannya terkadang mereka berjoget hingga subuh.

Salah seorang pemilik organ tunggal, Ancak Yusuf mengakui, order dalam rangka memeriahkan HUT RI cukup banyak. Ancak mengakui, Hampir setiap pekan pihaknya mendapat order untuk tampil di beberapa lokasi. Biasanya dia dan rekan-rekan tampil dari pukul 21.00 WIB hingga pukul 04.00 WIB. Sebenarnya, kata dia, jam manggung hanya sampai pukul 02.00 WIB, tetapi karena masih ada permintaan dari penyewa akhirnya mereka pun memperpanjang jam tampil. "Itu sudah lumrah demi memuaskan pelanggan, kami memberikan toleransi tersebut," paparnya.

Dia mengakui, order manggung untuk perayaan HUT RI ini masih ada hingga awal September. Dia mengambil contoh di RW tempat tinggalnya baru akan memeriahkan puncak HUT kemerdekaan RI pada 1 September. Kebetulan oleh pihak RW dia diminta untuk tampil bersama penyanyi-penyanyinya. Ia juga pernah mengiringi penyanyi top seperti Cici Paramida yang tinggal satu RW dengan dirinya.

" Ya syukur alhamdulillah itu semua menjadi rezeki saya dan teman-teman. Tapi, tidak selamanya kami selalu banyak order. Kalau lagi kosong ya kita pasrah saja," ujar Ancak yang biasa memasang tarif bervariasi dari Rp 1,5 juta sampai Rp 3 juta sekali tampil. [SP/Steven S Musa]


Last modified: 24/8/07