[JAKARTA] Taiwan akan meningkatkan hubungan yang saling menguntungkan dengan berbagai negara, termasuk jalan damai menghadapi Tiongkok. Langkah tersebut diyakini sebagai langkah ampuh dalam menghadapi masalah-masalah keamanan di kawasan Asia Timur saat ini.
Pandangan itu disampaikan pakar hubungan internasional Kwei-Bo Huang dari Universitas ChengChi, Taipei, Taiwan, dalam seminar yang di gelar Habibie Center, di Jakarta, Kamis (23/8). Seminar tersebut membahas masalah-masalah dan tantangan keamanan di kawasan Asia Timur.
Menurut Huang, permasalahan tersebut terbagi dalam dua kategori yaitu yang berada pada tingkatan politik tingkat tinggi dan rendah. Pada politik tingkat tinggi terlihat hubungan Jepang dan Tiongkok yang memanas, sengketa di Semenanjung Korea, Selat Taiwan, dan Laut Tiongkok. Menurut di, tidak tertutup kemungkinan penyelesaian semua persoalan itu melalui kekuatan militer.
Pada tataran politik tingkat rendah, Asia Timur juga memiliki masalah yang tidak kalah rumit, yaitu terorisme, separatisme, kesehatan, ekonomi, stabilitas persediaan energi, dan pencemaran lingkungan.
Salah satu masalah antara Jepang dan Tiongkok, menurut Huang, adalah saling klaim Kepulauan Diaoyutai (Senkaku Shoto) di wilayah timur laut Tiongkok yang kaya kandungan gas dan minyak. Konflik tersebut juga terkait dengan sejarah dan status Taiwan.
Masalah lain yang menjadi sorotan adalah kemampuan Tiongkok dalam mengatasi ketersediaan energi. Negara komunis tersebut saat ini masih mengimpor 70 persen kebutuhan energi meski terdapat kandungan energi yang cukup besar di Laut Tiongkok Selatan. Di perairan tersebut diperkirakan terdapat kandungan minyak sebesar 7,7 miliar barel.
Upaya kerja sama mencari penyelesaian pada Konferensi Tingkat Tinggi Asia Timur belum menemukan strategi yang jelas untuk menyelesaikan berbagai permasalahan itu. "Setiap upaya memerangi kejahatan internasional di kawasan, seperti terorisme, sering kali bersinggungan dengan kepentingan politik sehingga penyelesaiannya sering tidak menyentuh akar permasalahan. Namun, hal tersebut harus terus diupayakan mulai dari sekarang. Kalau tidak, hal itu akan terus menjadi permasalahan dan bahkan semakin berkembang," ujarnya.
Di tempat yang sama, Wakil Kepala Bagian Maritim Habibie Center, A Hartono mengatakan ajakan Huang perlu disambut baik sebagai kesempatan untuk mengembangkan hubungan saling menguntungkan terutama dalam perdagangan. [Y-5]