usik indie masih belum mendapat tempat yang layak di tengah masyarakat. Itulah fakta yang ada. Padahal, penggemar dan komunitas musik indie sendiri sudah berkembang di berbagai kota, terutama kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung dan Yogyakarta.
Untuk memfasilitasi komunitas indie, Ancol Jakarta Bay City menggelar ajang Urbanfest 2007 di Pantai Carnaval Ancol selama tiga hari dari Jumat (24/8) hingga Minggu (26/8). Ajang ini menggabungkan seluruh kegiatan kesenian, olahraga dan permainan di atas lahan seluas enam hektar. Agar sasarannya lebih tepat, pihak Ancol menggandeng beberapa pihak lain seperti Radio Prambors, Institut Kesenian Jakarta dan Majalah Hai sebagai pihak-pihak yang lebih paham tentang dunia anak muda zaman sekarang.
Terkumpullah beberapa agenda yang melibatkan nama-nama kondang seperti Club Eighties, The Upstairs, Mocca, White Shoes & The Couple Companies, The S.I.G.I.T, The Brandals dan lainnya. Mereka akan tampil dalam festival musik indie yang digelar di dua panggung musik utama mulai Jumat sore hingga Minggu malam. Di kedua panggung utama itu juga akan digelar harajuku, cosplay dan fashion show. Sementara di sekeliling panggung, sebanyak 100 seniman grafis akan menunjukkan kemampuan mereka menuangkan ekspresi seni dalam Festival Grafiti dan Mural.
Menurut Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol, Budi Karya Sumadi, Urbanfest dirancang untuk memperluas dan melebarkan segmen Ancol, sekaligus menjadi wadah berkembangnya budaya urban itu sendiri.
"Selama ini, segmen anak muda belum dirangkul oleh Ancol. Dengan ajang ini, kami berharap, anak-anak muda mau datang ke Ancol. Apalagi, Ancol belakangan lekat dengan musik mainstream. Urbanfest kami harapkan bisa menarik minat mereka yang lebih condong pada musik indie," tutur Budi Karya kepada SP, Rabu (22/8).
Untuk mendukung keinginannya itu, Budi pun memberikan diskon khusus kepada pengunjung Ancol selama tiga hari Urbanfest digelar. Namun, agar pengunjungnya tetap terseleksi, ia memilih Radio Prambors sebagai lokasi pembelian tiket bertanda khusus itu. Sehingga, diskon 50 persen itu bisa benar-benar dinikmati oleh para anak muda pencinta musik indie.
"Awalnya saya mau memberikan tiket gratis kepada para mahasiswa IKJ dan memberikan fasilitas bagi mereka untuk berkreasi di sini. Entah buka tenda, stand atau apa saja lah. Namun, Mas Don (Sardono W Kusumo, seniman yang terlibat dalam ajang ini, red) memberitahu, kalau saya kasih gratis, bisa-bisa saya kewalahan dengan animo teman-teman dari IKJ," paparnya seraya tertawa.
Menjaring Musisi
Budi mengakui punya agenda sendiri dalam ajang yang direncanakan setahun sebelumnya itu. Dari sini, ia sekaligus bisa memantau dan menjaring musisi-musisi indie berbakat untuk selanjutnya ditampilkan dalam panggung musik rutin di Ancol.
"Seperti panggung Friday Jazz Nite dululah. Namun konsepnya akan kami ganti dengan musik indie," tambahnya.
Jika rencana itu berjalan, Urbanfest akan tetap digelar setiap tahun. Sementara ajang musik indie terus digelar secara rutin, entah tiap minggu atau bulan.
Diharapkan, Urbanfest 2007 akan dihadiri oleh 50 ribu anak muda Jakarta dan sekitarnya. Maklum, selain musik, beberapa bentuk ekspresi kreativitas anak muda juga akan dipertontonkan. Di antaranya dalam bentuk kompetisi modifikasi kendaraan bermotor, kompetisi off road, dan kompetisi futsal, basket dan voli pantai.
Selain itu juga masih ada gadget center, pemutaran film-film indie, serta berbagai jenis permainan menarik untuk anak muda dari layang-layang, euro bungee, nintendo competition, freestyle BMX sampai skateboard. [D-10]