SUARA PEMBARUAN DAILY

Kasus KA Clip

Pindad Angkat Tangan Pembongkaran 241.530 Bantalan Beton

[MADIUN] PT Pindad, produsen penambat rel elastis merek KA Clip, angkat tangan soal pembongkaran 241.530 unit bantalan beton kereta api (KA) pascaditemukannya masalah pada penambat itu, yang dinilai membahayakan keselamatan perjalanan KA.

"Kalau memang ditemukan masalah yang membahayakan perjalanan KA, memang selayaknya seluruh bantalan dibongkar. Tetapi pembongkaran itu jelas wewenang yang punya," tutur Deputi Direktur Pemasaran Pindad Syahid Sanjaya kepada SP di Madiun, Jawa Timur, Rabu (22/8).

Dia dimintai tanggapan soal keputusan PT Kereta Api (PT KA) menghentikan penggunaan penambat rel merek KA Clip di seluruh perlintasan. Bahkan, Direktur Utama PT KA Ronny Wahyudi menyatakan, akan mengganti seluruh KA Clip termasuk bantalannya yang sudah terpasang, dengan penambat merek Pandrol lengkap dengan bantalannya. Hal itu dilakukan karena ditemukan retakan pada KA Clip dan bantalannya yang mengganggu daya cengkeram ke rel.

"Itu ditemukan pada sejumlah kejadian kecelakaan," ujar dia. Karena membahayakan, PT KA berencana akan membongkar seluruh KA Clip dan bantalan betonnya di seluruh lintasan KA (SP, 22/8)

Berdasarkan catatan, seluruh infrastruktur KA termasuk rel, adalah milik pemerintah, dalam hal ini Departemen Perhubungan. Sementara PT KA sebagai operator mendapat tugas memelihara prasarana KA milik negara.

Sumber SP menyebutkan, seharusnya yang layak menghentikan penggunaan KA Clip adalah Dephub, bukan PT KA. Tentunya berdasarkan hasil investigasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas sejumlah kecelakaan yang diakibatkan retaknya penambat KA Clip.

Akibatnya, muncul dugaan adanya persaingan bisnis dalam kasus ini. Namun hal itu dibantah Ronny. "Ini semata karena keselamatan," tegasnya.

Syahid melanjutkan, sejak digunakan pada 2002 hingga akhir 2006, Pindad sudah memproduksi sekitar satu juta KA Clip. Sebagian besar sudah dipasang sepanjang 582,5 kilometer rel di Jawa.

Dijelaskan, satu bantalan beton punya empat keping KA Clip, dan untuk satu kilometer rel, perlu 1.660 KA Clip. Artinya total untuk 582,5 km dipasang sebanyak 966.120 keping KA Clip dan 241.530 bantalan beton.

Setelah ditemukan masalah, Pindad sudah menghentikan produksi KA Clip. Padahal, kata Syahid, sebelum digunakan pada 2002, KA Clip sudah lolos uji laboratorium di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Minta Evaluasi

Sementara itu, Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal meminta adanya evaluasi terhadap KA Clip. Apalagi selama lima tahun digunakan, BPPT belum pernah memonitor kondisi penambat itu. "Pindad harus memperbaiki KA Clip. Tiru yang baik seperti Pandrol. Lakukan kajian dengan BPPT sehingga bisa diperbaiki menuju kesempurnaan," ujar dia.

Hal itu perlu dilakukan, apalagi KA Clip merupakan temuan putra Indonesia. Meskipun pesaingnya, Pandrol (produk Inggris, Red), juga sudah diproduksi di Indonesia. [Y-4]


Last modified: 24/8/07