SUARA PEMBARUAN DAILY

Diusulkan, Bentuk Dewan Kawasan BBK

[JAKARTA] Dewan Kawasan untuk bidang ekonomi khusus Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) awal September ini, diusulkan untuk dibentuk. Nantinya, di masing-masing kawasan ekonomi itu akan terdapat Badan Pengusahaan yang lingkup kerjanya masih di bawah Dewan Kawasan.

Pembentukan Dewan Kawasan itu diajukan menyusul keluarnya tiga peraturan pemerintah terkait kawasan ekonomi khusus di BBK yakni Peraturan Pemerintah Nomor 46/2007 tentang Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam, PP nomor 47/2007 tentang KPBPB Bintan dan PP Nomor 48/2007 KPBPB Karimun.

Gubernur Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah, mengatakan hal itu usai sidang paripurna Dewan Perwakilan Daerah, di Jakarta, Kamis (23/8).

Tugas Dewan Kawasan itu, menurut Ismeth, tidak akan bentrok dengan tim Kawasan Ekonomi Khusus pemerintah.

Dijelaskan, yang masuk dalam Dewan Kawasan yakni semua pihak yang terkait dengan kebijakan untuk membantu kelancaran investasi seperti Bea dan Cukai, Imigrasi, pihak keamanan, Pemda, termasuk DPRD.

"Sehingga tidak ada lagi kebijakan-kebijakan daerah yang mengganggu atau membuat suasana investasi menjadi tidak kondusif. Usulannya langsung ke Presiden dan beliau yang akan memutuskan," kata dia.

Khusus untuk Badan Otorita Batam (BOB), Ismeth mengatakan, karena Badan Pengusahaan bertanggung jawab kepada Presiden maka keberadaan BOB akan dikonsultasikan ke Presiden.

Menurutnya, BOB tidak otomatis bubar dengan adanya Badan Pengusahaan tetapi apakah bisa tetap dimanfaatkan atau dilebur dalam badan yang akan dibentuk itu, masih dibahas bersama Pemerintah Kota dan DPRD Kota. "Asetnya Badan Otorita itu mana yang sepakat untuk dialihkan, ya dialihkan. Tergantung pembahasan pemerintah. Ini semuanya belum final," ujar dia.

Investasi US$ 15 Miliar

Menurutnya, kawasan ekonomi khusus itu diupayakan lebih menarik investor asing agar lebih banyak yang investor dari dunia yang menanamkan modalnya di BBK. Karena itu, sambung Ismeth, pihaknya menargetkan investasi yang mampu diserap tiga kawasan ekonomi khusus ini dalam lima tahun ke depan dapat mencapai US$ 15 miliar. Saat ini, total realisasi investasi di BBK sekitar US$ 9 miliar.

Dikatakan, saat ini sudah ada 22 pabrik yang masuk ke BBK dengan nilai investasi sekitar US$ 2 miliar di sektor elektronik, pariwisata, dan galangan kapal. Sementara di Batam, industri yang masuk lebih luas lagi seperti barang-barang pengolahan, industri kimia, elektronik, farmasi dan hotel.

"Kalau Karimun, shipyard dan industri perminyakan, Bintan itu industri pariwisata. Sebab di Bintan, 50 persen pantainya bagus," ujar Ismeth. [L-10]


Last modified: 24/8/07