![]()
SP/Luther Ulag
Pengurus Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, (dari kiri ke kanan) Marsiana Indra, Ria Saryanthi, Rachma Tri Widuri.
[JAKARTA] Pemanasan global yang memicu terjadinya perubahan iklim mengancam populasi burung di Indonesia. Diprediksi sekitar 2.000 pulau di Indonesia akan tenggelam tahun 2020, ratusan jenis burung akan terancam punah, karena kehilangan habitat hidupnya.
Juru bicara organisasi Burung Indonesia yang berupaya melestarikan burung liar Indonesia, Ria Saryanthi, saat berkunjung ke redaksi SP, Rabu (15/8), mengatakan, jika pulau-pulau kecil di Maluku tenggelam, sekitar 90 jenis burung endemik Maluku yang mayoritas hidup di pulau kecil, terancam tidak ada lagi.
Contohnya, kalau pulau Danar tenggelam, populasi jenis burung sikatan damar (Ficedula henrici) yang tidak ada duanya di dunia akan hilang atau mengungsi entah ke mana. "Di dunia, dari 157 burung yang punah dalam 500 tahun terakhir, sebanyak 137 jenis diantaranya hidup di pulau kecil," tutur Ria.
Perubahan iklim, tambah Ria, juga membawa perubahan terhadap pola persebaran dan distribusi habitat dan sumber pakan burung. Menghangatnya suhu di daerah pegunungan, katanya, membuat sebagian besar burung yang semula hidup di dataran rendah mulai beralih merambah pegunungan. Hal ini membawa pengaruh juga terhadap pola sebaran burung yang mengikuti sumber makanan.
Ria mengatakan, organisasi Burung Indonesia juga saat ini melakukan advokasi dan pendampingan di sejumlah tempat, seperti di daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk menyelamatkan spesies burung dari penangkapan oleh manusia.
Disebutkan pula, organisasi Burung Indonesia telah mengamkapanyekan pentingnya pelestarian burung liar di beberapa daerah, seperti Sangir dan Talaut, Sulawesi Utara, Tanimbar, Maluku, dan Sumbawa, Nusa Tenggara Timur maupun di Jawa, Bali dan Sumatera. Di Tanimbar sendiri, terdapat peraturan daerah (Perda) yang memberi perlindungan terhadap burung khas daerah itu agar tidak ditangkap dan diperdagangkan.
Pemuda
Terkait pemanasan global, ratusan pemuda akan berdiskusi tentang perubahan iklim di Cibodas, Jawa Barat, dalam acara bertema "temu nasional peduli alam", Kamis (16/8). Dalam diskusi tersebut, akan tampil sebagai pembicara Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault, Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar, dan sejumlah aktivis lingkungan.
"Dengan diskusi ini diharapkan pemuda dapat memahami dampak perubahan iklim terhadap lingkungan di sekitarnya. Pemuda harus mampu menjadi garda terdepan untuk melakukan mitigasi perubahan iklim di masyarakat," ujar Adhyaksa. [E-7]