SUARA PEMBARUAN DAILY

Misteri Gadis Kembar Tak Terpisahkan

Foto-foto:Istimewa

Film : Alone

Sutradara : Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongspoom, Mingmonkul Sonakul

Pemain : Marsha Wattanapanich, Namo Tongkumnerd, Vittaya Wasukraipaisan

Genre: Horor

Produksi: Yongyoot Thongkongtoon

Penggemar film horor layak merancang agenda menonton film Alone. Film ini sangat layak ditonton. Kekuatan utamanya jelas adalah alur cerita. Unik. Soal relasi emosional antar- dua perempuan kembar siam. Pim dan Ploy. Keduanya lahir dalam keadaan tubuh yang menyatu.

Alone dengan cantik menggambarkan kisah balik kehidupan kembar itu. Tidak hanya melulu dari adegan perjalanan hidup mereka. Foto buram hitam putih saat mereka masih bayi, anak kecil hingga remaja ditayangkan dari adegan ke adegan. Teknik tersebut menguatkan imajinasi penonton bahwa keduanya memang tidak terpisahkan.

Lalu ketegangan merayap pelan. Semakin lama semakin mencekam. Bahwa ada kesan alur cerita berjalan agak lambat bisa dimengerti.

Tapi mungkin itu cara sutradara, Banjong Pisanthanakun, Parkpoom Wongspoom dan Mingmonkul Sonakul untuk membangun ketegangan. Ketegangan yang terpelihara. Jangan lupa, Banjong dan Parkpoom adalah 2 sutradara muda Thailand yang sukses dengan film Shutter. Film horor itu bukan hanya sukses di Thailand dan wilayah Asia lainnya. Shutter semakin mengokohkan posisi Thailand sebagai "penghasil" film horor berkualitas. Dalam waktu dekat, Shutter akan diproduksi ulang di Hollywood.

Film dibuka dengan adegan yang sama sekali jauh dari menyeramkan. Sebuah pesta kecil di rumah pasangan asal Thailand di rumah mereka di Korea Selatan. Ada adegan ringan. Lampu mati, selamat ulang tahun dan tentu saja acara tiup lilin. Tapi tunggu dulu. Di tengah pesta muncul acara meramal dengan menggunakan kartu.

"Kamu melupakan janjimu. Bukan janji untuk memberikan barang. Tapi kamu tampaknya melupakan janji itu," kata sang peramal.

Pim tertegun. Belum ada ketegangan. Pesta usia. Dering telepon terdengar. Kabar buruk. Ibu Pim dibawa ke rumah sakit. Stroke. Pasangan itu segera terbang ke Thailand. Ketegangan belum muncul. Layar hanya memberikan adegan biasa. Menengok ibu yang sakit keras. Suasana rumah sakit dan rumah keluarga Pim yang cukup besar. Belum ada kejutan.

Kejutan kecil muncul. Kaca di kamar mandi tiba-tiba memunculkan sebuah simbol. Simbol yang pernah digambar Pim dan saudara kembarnya saat mereka bermain di pantai. Dulu, dulu sekali saat mereka masih kanak-kanak. Ketika itu mereka sama-sama berjanji tidak mau berpisah seumur hidup.

Saat Pim termenung, layar lebar memberikan kesempatan kepada penonton untuk mengetahui kehidupan keluarga Pim lebih utuh. Pim dan Ploy yang tubuhnya menyatu. Adegan saat mereka bermain bersama.

Adegan saat teman-teman mereka menertawakan keduanya yang tidak umum. Muncul pula adegan saat keduanya di rumah sakit. Selesai. Tidak ada percakapan atau keterangan yang memberikan penjelasan apa yang sedang terjadi di rumah sakit. Hanya muncul adegan saat pisau memisahkan tubuh keduanya. Teknik cerdas mengundang rasa penasaran penonton.

Misteri

Berbeda dengan sebagian film horor Indonesia, Alone jelas menyatukan ketegangan keinginan sutradara mengajak penonton berpikir. Di pertengahan film, penonton besar kemungkinan akan menduga bahwa hantu yang meneror Pim adalah saudara kembarnya, Ploy. Tapi benarkah demikian ?

Sungguh tidak mudah untuk menduga arah film. Dari sisi itu, keberhasilan sutradara terlihat. Dari sisi akting, penampilan Marsha Wathanapanitch yang memerankan sosok Pim dan Ploy, jelas harus mendapat catatan khusus. Ia berhasil membangun karakter Pim yang diteror hantu saudara kembarnya. Wajah ketegangan, frustrasi dan ketakutannya terlihat. Tapi ekspresi berbeda akan terlihat di paruh terakhir film.

Aktris terkenal dari Thailand yang selektif memilih peran ini memang kelihatan total bermain. Dalam wawancara dengan SP di Jakarta, Sabtu malam, ia mengaku sering menolak tawaran untuk main film. Baru setelah Banjong yang reputasinya sudah dikenal luas menawari peran utama dalam film Alone, ia bersedia kembali tampil di layar lebar.

Selain penampilan Marsha, Vittaya Wasukraipaisan yang memerankan sosok Vee, suami Pim juga tampil lumayan. Aktingnya menarik untuk disimak. Vittaya harus menampilkan sosok suami yang resah karena istrinya sakit dan ketakutan.

Kritik mungkin harus dilontarkan saat sutradara menghadirkan setting di kamar mandi. Adegan-adegan menyeramkan di kamar mandi, lengkap dengan bak mandi dan adegan tokoh utama berendam serta munculnya hantu di kamar mandi, sudah sering muncul dalam film-film sejenis.

Lepas dari soal itu, paduan antara horor, misteri dan ide cerita yang mengangkat soal kembar siam dalam film Alone, jelas tontonan menawan. Sekali lagi Alone bukan film horor semata. Ada misteri, ada teka-teki yang sulit diterka. [A-14]


Last modified: 28/7/07