![]()
SP/Ignatius Liliek
Perahu motor untuk angkutan umum melintas Kanal Banjir Barat, Jakarta, Rabu (6/6). Angkutan umum air yang pengoperasiannya diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso hari Rabu ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan angkutan umum alternatif yang murah dan bebas dari kemacetan.
[JAKARTA] Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso meluncurkan angkutan air (waterway) yang akan beroperasi dengan rute Halimun-Dukuh Atas-Karet, di Jakarta, Rabu (6/6) pagi.
Peresmian beroperasinya waterway, yang merupakan salah satu moda transportasi makro di Jakarta itu dilakukan di Dermaga Halimun, Manggarai, Jakarta Selatan. "Hari ini yang saya resmikan adalah cikal bakal angkutan air, yang merupakan salah satu contoh kepada masyarakat bahwa ada alternatif transportasi lain selain busway dan monorail yang segera dibangun," kata Sutiyoso.
Setelah memberikan sambutan, dia bersama rombongan menaiki Kapal Kerapu III menuju ke Dermaga Karet, kemudian ke Dermaga Dukuh Atas. Perjalanan itu memakan waktu sekitar 15 menit.
Meskipun tidak ada kendala, namun selama perjalanan tersebut masih terlihat sampah di aliran Sungai Kanal Banjir Barat (KBB), bahkan ada sofa yang tampak mengapung.
Menurut petugas dari DPU DKI Suparman, akibat volume sampah yang cukup besar, jaring plastik untuk menahan sampah yang dipasang di depan pintu air Manggarai menuju aliran KBB rusak.
Meski sudah diresmikan, masyarakat baru bisa menikmati moda transportasi air ini mulai Sabtu (9/6) mendatang, dengan membayar tiket Rp 1.500 sekali jalan. Untuk tahap awal, telah disiapkan dua kapal dengan kapasitas masing-masing 20-25 orang, yang akan beroperasi setiap Sabtu dan Minggu, mulai pukul 07.00-09.00 WIB, dan pukul 16.00-18.00 WIB.
"Kalau animo masyarakat terus meningkat, kami akan menambah jam dan hari beroperasi waterway. Tapi untuk saat ini, kami hanya ingin mencontohkan ada transportasi baru bagi masyarakat Jakarta," jelas Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Udar Pristono, Selasa (5/6).
Pada tahun ini, paparnya, proyek waterway akan dilanjutkan sampai Manggarai. DPU akan melanjutkan pengerukan KKB selepas Halimun menuju Manggarai, sehingga pengoperasian waterway akan melalui empat titik perhentian, yakni Manggarai, Halimun, Dukuh Atas dan Karet.
Kepala DPU DKI Wishnu Subagyo menambahkan, proyek waterway berpotensi dilanjutkan sampai ke Muara Angke. Lintasan baru yang dapat diuji coba, adalah dari Jembatan Pesing sampai Muara Angke. Saat ini, DPU tengah meninggikan Jembatan Genit dan Jembatan Teluk Gong di Jakarta Utara.
Waterway merupakan salah satu alternatif angkutan yang dirancang Pemprov DKI dalam Pola Transportasi Makro. Nantinya, waterway yang dioperasikan mulai Manggarai sampai Muara Angke itu akan terintegrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti bus jalur khusus (busway). [J-9]