SUARA PEMBARUAN DAILY

77 Pilot Garuda Hengkang

[JAKARTA] Sebanyak 77 pilot maskapai penerbangan Garuda Indonesia hengkang dengan mengajukan pengunduran diri kepada manajemen. Langkah itu dilakukan setelah adanya tawaran dengan gaji dan transfer fee (biaya transfer) lebih besar yang ditawarkan maskapai penerbangan asing dan swasta nasional.

Presiden Asosiasi Pilot Garuda (APG) Stevanus GS kepada SP, Selasa (22/5), di Jakarta, menjelaskan, pengunduran diri itu sebagai lanjutan gelombang eksodus pilot Garuda ke sejumlah maskapai asing dan domestik sejak 2003 hingga 2006. Aksi hengkang itu terjadi akibat adanya iklim kerja yang tidak kondusif, minimnya gaji, dan tidak jelasnya jenjang karier akibat menumpuknya pilot dan minimnya armada pesawat yang dimiliki Garuda.

"Untuk tahun ini sudah ada 77 pilot yang mengajukan pengunduran diri, dari jumlah itu sudah lima pilot sejak Januari dan April pindah ke Silk Air dan ke sebuah maskapai penerbangan di India," tutur Stevanus.

Sisanya masih dalam proses administrasi. Sebagian besar dari 77 pilot itu akan pindah ke sebuah maskapai penerbangan nasional yang akan mendatangkan 60 unit pesawat Boeing generasi terbaru. Sisanya berniat hengkang ke maskapai penerbangan di Timur Tengah, India, dan sebuah maskapai penerbangan berbiaya murah di ASEAN.

Gaji yang ditawarkan sebuah maskapai swasta domestik untuk tiap pilot itu sebesar US$ 4.800 per bulan ditambah biaya transfer Rp 450 juta hingga Rp 500 juta per pilot.

Untuk empat pilot yang sudah hengkang ke India sejak April lalu tidak memperoleh biaya transfer, melainkan mendapat gaji US$ 8.400 per bulan. Saat ini, penerbang Garuda memperoleh gaji hanya 30 persen dari harga pasar.

Stevanus mengatakan, langkah 77 penerbang itu mengikuti jejak rekan-rekan mereka yang sudah hengkang lebih dulu. Jumlah itu melonjak di masa kepemimpinan Direktur Utama Emirsyah Satar. Buktinya, periode 2005-2006, total pilot hengkang mencapai 110 orang. Sebelumnya tidak lebih dari 60 orang.

Kebanyakan mereka hengkang ke maskapai asing, seperti ke Phuket Air, Asiana, Yaman, Air Sahara, Air Asia, Silk Air, China Airlines, Eva Air, Sin Cargo, Thai Orient, dan Qatar Airways. Ada juga yang ke maskapai domestik, seperti Lion Air dan Adam Air.

Sementara itu Kepala Komunikasi Garuda Indonesia Pujobroto mengatakan, perusahaannya tidak bisa menghalangi jika ada pilot yang berniat pindah karena merupakan hak penerbang.

Dia yakin jika 77 pilot itu pindah, operasional Garuda tidak terganggu karena maskapai milik pemerintah ini memiliki 568 pilot. Selain itu, ada sejumlah pilot baru yang direkrut sejak tahun lalu. [Y-4]


Last modified: 23/5/07