SUARA PEMBARUAN DAILY

GP Monaco

Primadona F-1 di Musim 2007

deparate.it

Lintasan sempit dengan dinding pembatas tanpa area gravel, menjadi tantangan pada balap jalan raya di GP Monaco.

[MONTE CARLO] Grand Prix (GP) Monaco yang bakal berlangsung 27 Mei mendatang, merupakan primadonanya balap mobil Formula Satu (F-1). Sebab inilah satu-satunya balapan F-1 yang berlangsung di jalan raya pusat kota untuk musim lomba 2007. Tahun depan, Monaco belum tentu jadi primadona, karena ada dua balapan lainnya yang bakal berlangsung di jalan raya pusat kota, yaitu di Valencia (Spanyol) dan Singapura.

Balapan di sirkuit jalan raya memiliki sisi positif dan negatif. Sisi positifnya karena merupakan promosi terbaik ajang balap mesin "jet darat" langsung berada di jantung kota. Yang kedua, adalah terciptanya atmosfer balapan yang jauh berbeda ketimbang di sirkuit permanen.

Hanya saja balapan di jalan raya bukanlah lokasi yang ideal untuk pembalap. Risikonya tinggi bila terjadi insiden. Apalagi di lintasan Monaco yang panjangnya hanya 3,34 km. Kontur lintasan di Monaco sangat bergelombang (bumpy) dan tidak memiliki area gravel atau trap. Dinding-dinding tebal di pinggir lintasan sempit Monaco seolah siap menghancurkan kendaraan F-1, apabila ada pembalap yang melakukan kesalahan.

Jika berisiko tinggi, mengapa balapan F-1 di Monaco berlangsung terus hingga ke-54 kalinya di musim ini? "GP Monaco merupakan ajang balap F-1 paling terkenal di dunia. Balapan disini bernilai tinggi, dari faktor sejarahnya hingga keglamorannya. Balapan di Monaco tak dapat ditandingi dengan balapan di tempat yang lain," jelas pembalap andalan tim Honda, Jenson Button, Selasa (22/5).

Menurut Button, lintasan Sirkuit Monaco sempit dan berliku. Karenanya hasil di sesi kualifikasi sangat krusial pada balapan di sini. Namun meraih waktu tercepat di sesi kualifikasi tak cukup untuk menjamin kemenangan. Karena saat start balapan dimulai, pembalap masih punya peluang untuk melakukan manuver overtaking. Ini mungkin merupakan satu-satunya lokasi terbaik untuk menyusul, karena di sektor lintasan yang lain, pembalap akan sulit melakukannya. Selain itu strategi pitstop, sangat menentukan hasil lomba yang maksimal.

Dari segi kendaraan, balapan di Monaco menuntut setelan downforce tinggi supaya mobil semakin melekat dengan lintasan, namun tak menjadikan bobot kendaraan semakin berat. Downforce berasal dari tekanan udara yang mengalir melewati sayap kendaraan, dan berinteraksi di bagian bawah pacuan dengan permukaan lintasan.

"Downforce adalah segalanya di sini (Monaco). Anda akan melihat tim-tim F-1 bakal memasang sayap-sayap tambahan dengan tujuan untuk mendapatkan downforce yang maksimum." ujar direktur teknik tim BMW Sauber, Willy Rampf.

Selain itu, daya cengkeram (grip) ban juga sangat dibutuhkan. "Dengan banyaknya tikungan di Monaco, menuntut akselerasi dari traksi roda. Untuk balapan seperti ini, Bridgestone menyiapkan dua jenis ban dengan compound (campuran) soft dan super soft," jelas Kees van de Grint penanggungjawab Bridgestone di lapangan.

Campuran ban lunak (soft) dipilih dengan perhitungan ban jenis ini bakal cepat aus, sehingga menimbulkan bulir-bulir karet yang berkumpul di permukaan ban, serta terciptanya sejumlah sayatan. Kondisi ban seperti ini malah membuat grip semakin membaik, sehingga pacuan dapat melakukan manuver yang bagus ketika melintasi tikungan. [Dari berbagai sumber/L-9]


Last modified: 23/5/07