![]()
AFP/Ronald Martinez
Pemain San Antonio Spurs, Tim Duncan (kanan) bersiap melepaskan bola yang dihalangi pemain Utah Jazz, Mehmet Okur pada pertandingan kedua final NBA Wilayah Barat di AT & T Center, San Antonio.
![]()
[SAN ANTONIO] Keperkasaan San Antonio Spurs terus berlanjut. Tim yang diasuh pelatih Gregg Popovich itu kembali memetik kemenangan kedua setelah menggilas lawannya Utah Jazz 105-96 pada laga kedua babak final NBA Wilayah Barat yang digelar di AT & T Center, San Antonio, Selasa (22/5) malam waktu setempat atau Rabu (23/5) pagi WIB. Dengan hasil ini, Spurs tinggal membutuhkan dua kemenangan lagi untuk menjadi wakil Wilayah Barat berlaga di babak pamungkas NBA. Spurs kini memimpin 2-0 atas Jazz dalam laga final play-off yang menggunakan format the best of seven. Jazz tetap berpeluang untuk menyamakan kedudukan sebab laga ketiga dan keempat akan digelar di Utah, 26 dan 28 Mei mendatang.
"The big three" Tim Duncan, Manu Ginobili, dan Tony Parker kembali menjadi kunci sukses Spurs. Meski masih dihinggapi kelelahan setelah bertarung panjang di semifinal melawan Phoenix Suns, penampilan ketiga pemain yang ikut mengantarkan Spurs menjadi juara NBA tahun 2003 dan 2005 tersebut tetap prima.
Duncan yang kini memasuki usia ke-31 masih tampil produktif bagi timnya dengan membukukan 26 poin. Ginobili juga tak mau ketinggalan. Pebasket asal Argentina itu mengemas 17 poin. Parker tidak saja menjaringkan 17 poin, tetapi pebasket asal Prancis itu juga memberi kontribusi assist yang cukup tinggi bagi timnya, dengan 14 assist.
Dari kubu Jazz, Carlos Boozer meski mendapat pengawalan ketat namun kali ini penampilannya lebih baik dibanding laga final pertama. Boozer tampil mengesankan dengan menceploskan 33 poin. Sementara rekannya Derron Williams menyumbangkan 26 poin dan Andriy Kirilenko 15 angka. Sayangnya, penampilan gemilang ketiga pemain Jazz tersebut tak mampu menolong timnya lepas dari kekalahan.
Pertarungan di kuarter pertama berlangsung ketat. Kejar-mengejar angka terus terjadi. Jazz yang dimotori Carlos Boozer masih mampu mengimbangi permainan tim tuan rumah. Mereka hanya kalah tipis di akhir kuarter ini dengan skor 24-26.
Di kuarter berikutnya, Spurs masih mendominasi pertandingan. Walaupun mendapat penjagaan ketat, Duncan, Ginobili dan Tony Parker tetap tak terbendung dalam mencetak angka. Mereka mulai memperlebar selisih poin dengan Jazz dan menutup kuarter ini dengan skor cukup telak 58-41.
Di kuarter ketiga, para pemain Jazz mencoba menguras tenaga para pemain Spurs dengan permainan cepat. Strategi itu tak banyak membuahkan hasil. Malah sebaliknya, Spurs dengan kombinasi serangan yang bervariasi membuat Jazz semakin terpuruk. Tembakan tiga angka dari Michael Finley, Manu Ginobili dan slam dunk dari Tim Duncan dan Oberto membuat jarak keunggulan Spurs atas Jazz semakin jauh. Ginobili akhirnya menutup kuarter ketiga dengan tembakan tiga angka yang membuat timnya unggul 81-65.
Ketinggalan dengan skor cukup jauh tak membuat Jazz putus asa. Sebaliknya tim yang diasuh pelatih Jerry Sloan tersebut di kuarter terakhir secara perlahan mengejar ketinggalan dari Spurs. Melalui aksi jum shoot Boozer di sisa waktu tujuh menit, 27 detik, Jazz menipiskan kedudukan menjadi 78-86.
Para pendukung Spurs sempat dibuat "panas dingin" oleh Jazz saat mereka berhasil menipiskan ketinggalan di detik-detik terakhir. Tapi perjuangan mati-matian yang dilakukan para pemain Jazz itu akhirnya menemui kesia-siaan setelah Spurs berhasil mempertahankan keunggulan sampai pertarungan berakhir. [AP/M-17]