SUARA PEMBARUAN DAILY

Renovasi Stadion Utama Sudah 99 Persen

PSSI Kurang Lakukan Langkah-langkah Strategis

[JAKARTA] PSSI dinilai kurang melakukan langkah-langkah strategis terhadap proses pembinaan pemain usia dini yang menjadi tulang punggung pembentukan tim nasional yang andal di masa depan. Hal itu ditegaskan Staf Ahli Mennegpora, Djohar Arifin Husin di Senayan, Jakarta, Selasa (22/5).

"Proses pemain usia dini harus dilakukan secara berkesinambungan, jangan terputus-putus, seperti yang selama ini terjadi. PSSI harus memiliki data base tentang pemain usia dini ini karena dengan cara itu kita bisa mengontrol kemajuan-kemajuan mereka," ujar Djohar.

Djohar mempertanyakan program PSSI untuk membuat tempat pembinaan khusus bagi pemain usia muda yang terangkum dalam program "Goal Project FIFA" yang rencananya akan dibuat di Sawangan sejak tahun ini.

"Kalau program itu jadi, mungkin nantinya PSSI tidak perlu lagi harus mengeluarkan banyak biaya untuk mengirimkan pemain-pemain muda ke luar negeri. Untuk itu, tentunya kita harus mencoba mendatangkan instruktur atau pelatih-pelatih yang berkualitas," kata dia.

Dalam kepengurusan PSSI periode 2007-2011, pembinaan pemain usia muda tidak secara tegas ditempatkan dalam struktur tertentu. PSSI juga tidak memasukkan komite pemain usia muda dalam komposisi ini, padahal komite tersebut termasuk satu di antara 17 komite tetap yang ada dalam Pedoman Dasar PSSI. Walau demikian, pemain usia muda terdapat dalam Badan Liga Amatir (BLA), salah satu dari sembilan badan yang ada dalam kepengurusan periode 207-2011 ini.

Dalam struktur BLA ini tidak secara tegas juga disebutkan adanya jabatan direktur pembinaan usia muda sebagaimana pada kepengurusan sebelumnya, yang berada di bawah sekretariat jenderal (Sekjen). Pada struktur BLA itu, hanya ada jabatan direktur pembinaan, yakni Ronny Pattinasarany, yang sebelumnya adalah direktur pembinaan usia muda.

Sementara itu, dalam kapasitasnya sebagai ketua tim task-force Piala Asia, dia melakukan peninjauan ke Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Selasa. Dia mengaku gembira dengan proses revitalisasi yang dilakukan Badan Pengelola Gelora Bung Karno terhadap stadion kebanggaan bangsa yang dibangun pada awal 1960-an tersebut. "Proses revitalisasi atau renovasi Stadion Utama sudah mencapai 99 persen," ungkap dia. [F-4]


Last modified: 23/5/07