
[JAKARTA] Setelah ditunjuk sebagai Ketua Badan Liga Indonesia (BLI) menggantikan posisi Nirwan D Bakrie pada kepengurusan PSSI periode 2007-2011, Andi Darussalam Tabusalla bersama timnya langsung " menyingsingkan lengan bajunya" untuk membenahi berbagai aspek yang dapat menunjang pembangunan sepakbola nasional secara utuh.
Saat dihubungi SP, Selasa (22/5) siang, Andi yang sedang berada di Makassar, Sulsel, menegaskan, aspek pertama dari program kerja BLI adalah infrastruktur atau stadion yang dimiliki klub atau klub itu bermarkas, harus segera diperbaiki.
Menurut dia, bagaimana bisa bermain sepakbola dengan baik kalau hampir seluruh pemain Indonesia berlaga di stadion dan lapangan yang belum memadai. "Yang saya maksud belum memadai adalah stadion di Indonesia ini belum mencapai standar minimal FIFA. Jadi, harus segera diperbaiki," tegas dia.
Dia menambahkan, mudah-mudahan dengan adanya Super Liga yang dimulai tahun depan (2008), BLI akan melakukan pengetatan terhadap kontestan Super Liga tersebut. Artinya, peserta Super Liga nanti, bukan wajib diikuti oleh tim-tim yang berhasil menembus babak sembilan besar pada klasemen Wilayah I dan II Kompetisi Divisi Utama Liga Djarum 2007. Selain peringkat, yang terpenting yang harus diperhatikan BLI adalah tim-tim tersebut juga memiliki infrastruktur stadion yang memadai.
"BLI sendiri saat ini sedang menggodok Manual Super Liga. Dan, untuk melakukan itu, BLI akan mengundang seluruh tim yang tergabung di Divisi Utama," ujar dia.
Adalah sangat menyedihkan bila tim yang berhasil menjadi juara tetapi tidak memiliki infrastruktur stadion yang memadai, sehingga untuk pertandingan tingkat internasional, mereka harus bermain di stadion lain. Padahal, stadion yang mereka pilih pun sebenarnya juga tidak memadai.
Untuk itu, Bli juga akan melakukan kerja sama yang harmonis dengan badan-badan lainnya di PSSI, seperti perwasitan, Badan Liga Amatir, Badan Tim Nasional, dalam menunjang program kebangkitan persepakbolaan nasional. [F-4]