![]()
AP /Luca Bruno
Pemain AC Milan, Kaka, berjalan di dekat trofi Liga Champions saat tiba di acara jumpa wartawan di Stadion Olympic, Athena, Yunani, Selasa (22/3). Trofi itulah yang akan diperebutkan Milan dan Liverpool di final Rabu ini.
[ATHENA] Gengsi Liga Champions semakin tahun semakin "wah". Salah satu faktornya adalah adanya peningkatan hadiah uang bagi sang juara. Ramainya dukungan sponsor, hak tayang televisi, nilai jual pemain, dan penjualan tiket selama berlangsungnya pergelaran Liga Champions 2007 ini, tim yang berhasil menjadi juara, bukan hanya mendapatkan gengsi tetapi juga berhak mengantongi hadiah uang sebesar 100 juta euro atau sekitar Rp 1,2 triliun.
Dan, dua faktor tersebut (gengsi dan hadiah uang) akan diperebutkan oleh dua klub raksasa Eropa, AC Milan (Italia) dan Liverpool (Inggris). Mereka akan saling bertarung pada laga final Liga Champions di Stadion Olympic, Athena, Yunani, Rabu (23/5) ini.
Berdasarkan hasil survei, yang dikoordinasi pihak MasterCard yang menjadi salah satu sponsor Liga Champions, fenomena yang terjadi di kejuaraan tahun ini otomatis berdampak pada peningkatan hadiah uang bagi sang juara.
Pada 2005, saat Liverpool menjuarai Liga Champions setelah mengalahkan Milan, klub tersebut diestimasikan mendapatkan hadiah uang sebesar 70 juta euro. Sementara ketika FC Porto (Portugal) menjuarai Liga Champions 2004, mereka diperkirakan mendapat hadiah uang sebesar 12 juta euro.
"Para ahli mengetahui bahwa tim juara sepertinya akan menikmati keuntungan dari sponsor, hak tayang televisi, penerimaan tiket masuk, dan harga jual pemain," demikian pernyataan dari pihak KRC Research, badan yang menangani survei ini.
Jumlah ini memang tak sebanding dengan pengeluaran klub selama satu musim untuk keperluan transfer dan menggaji pemain. Namun tetap saja nilainya bisa sangat membantu keuangan klub. [AP/F-4]