Sebanyak 1.000 ekor penyu Belimbing di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) terancam punah. Hal itu disebabkan maraknya kegiatan perburuan penyu untuk dijadikan obat-obatan tradisional serta aksesori berbahan kulit.
Kepala Subdinas Kehutanan, Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Babel, Andre Wiryono, kepada SP Selasa (22/5) mengatakan, penyu Belimbing yang memiliki habitat di tiga lokasi, di antaranya Pulau Mendarnu, kini makin sulit ditemukan.
Bila tidak dilakukan upaya-upaya konservasi, maka satwa tersebut bisa punah.
Penyu Belimbing masuk apendiks satu sebagai hewan langka yang terancam punah harus diselamatkan dengan melakukan penangkaran. Selain itu, kegiatan perburuan harus dihentikan agar satwa yang masih ada bisa bereproduksi dan berkembang biak.
Ia menyatakan, petugas jagawana dan polisi kehutanan tidak ada yang sampai ke Pulau Mendaru tersebut. Yang diperlukan saat ini adalah kesadaran warga masyarakat setempat untuk tidak lagi melakukan perburuan. [055]
![]()
SP/Radesman Saragih
Sekitar 50 hektare areal sawah di Kelurahan Sijenjang Kota Jambi telantar. Sawah tersebut tidak bisa ditanami karena selalu terendam banjir. Tingginya luapan Sungai Batanghari dua pekan ini membuat sawahtersebut berubah menjadi danau. Gambar diambil Selasa
(22/5).