SUARA PEMBARUAN DAILY

Hujan Masih Akan Turun hingga Oktober

[JAKARTA] Turunnya hujan di musim kemarau seperti yang terjadi saat ini diperkirakan akan berlanjut hingga bulan Oktober 2007. Fenomena ini terjadi disebabkan terjadinya badai La Nina yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia.

Kepala Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG), Sri Woro Budiarti Harjono, di Jakarta, Selasa (22/5), mengatakan, badai La Nina yang kerap muncul di musim kemarau ini membawa uap air sehingga memunculkan peluang hujan yang besar. "Isti- lahnya, sekarang ini kondisinya kemarau basah," ujar Sri Woro.

Dia juga menyebutkan, tinggi gelombang di sejumlah wilayah di Indonesia untuk lima hari ke depan yang terkena bencana beberapa waktu be- lakangan ini masih di atas normal.

Di perairan pantai barat Sumatera, selatan Jawa, Bali, Nusa Tenggara, tinggi gelombang masih mencapai 2-3 meter atau lebih tinggi dari rata-rata normal, yakni 1 meter.

Gelombang Kelvin

Dikatakan, meski tinggi gelombang masih di atas normal, tetapi jika dibandingkan dengan gelombang pekan lalu, kondisinya sudah jauh menurun.
Menurut dia, faktor-faktor yang menyebabkan ter-jadinya gelombang tinggi sudah mulai melemah sehingga terjadi penurunan tinggi gelombang.

Dikatakan, berdasarkan hasil kajian lintas badan dan departemen, gelombang yang terjadi disebabkan oleh tiga faktor yakni adanya swell (alun) yang berasal dari samudera Hindia sebelah barat Australia terhadap tinggi gelombang di Indonesia.

Fenomena astronomi yakni pasang tertinggi juga ikut mempengaruhi, apalagi diperkuat dengan pengaruh gelombang Kelvin. Gelombang Kelvin terjadi empat kali setahun dan utamanya terjadi pada musim transisi. [E-7]


Last modified: 23/5/07