SUARA PEMBARUAN DAILY

Sekilas

Bentrok Polisi dan Militan

Tiga warga sipil, termasuk seorang anak berusia enam tahun, dan seorang polisi menderita luka-luka saat terjadi aksi baku tembak antara polisi dan kelompok militan di Makhachkala, Provinisi Dagestan, Rusia, Selasa (22/5). Aksi baku tembak itu terjadi saat dua pria menolak untuk menyerahkan diri kepada polisi. Saat itu polisi menghentikan dua pria itu untuk memeriksa kartu identitas mereka. Dua pria itu langsung melepaskan tembakan ke arah polisi. Di Provinsi Dagestan yang bertetangga dengan Chechnya dan penduduknya terdiri dari berbagai etnis, aksi kekerasan seperti penembakan dan peledakan bom kerap terjadi. [AP/O-1]

Militer Singapura Bisa Menangkap

Singapura, Selasa (22/5), mengesahkan sebuah undang-undang baru yang memungkinkan pengerahan tentara untuk menciptakan keamanan pada peristiwa-peristiwa besar. Dengan UU itu, tentara memiliki kewenangan untuk menggeledah, menangkap, dan menggunakan kekerasan terhadap orang-orang yang dicurigai. Personel militer Singapura ditempatkan secara regular di Bandara Changi. Mereka juga membantu polisi menjaga keamanan pada acara-acara internasional. Menteri Pertahanan Singapura Teo Chee Hean mengatakan, kendati punya tugas-tugas di luar fungsi militer, kewenangan itu belum didefinisikan secara tegas dalam peraturan. [AP/Y-2]

Tiga Wartawan Dibebaskan

Tiga wartawan surat kabar The New York Times yang ditangkap selama lima hari oleh militer Ethiopia, akhirnya dibebaskan, Selasa (22/5). Tiga wartawan itu, termasuk kepala biro Nairobi, Jeffrey Gettleman ditahan sejak 16 Mei di Ogaden, dekat perbatasan Somalia. Para wartawan itu dibebaskan tanpa ada tuntutan. Sebelum ditangkap, mereka meliput konflik separatis. Para wartawan itu tidak tahu alasan penahanan itu. Menurut surat kabar setempat, ketiga wartawan itu sempat mendapat perlakuan kasar dari militer, seperti ditendang dan berkali-kali mendapatkan ancaman. [AP/O-1]


Last modified: 23/5/07