[JAKARTA] Program tayangan televisi untuk anak Sesame Street akan ditayangkan di Indonesia. Tayangan tersebut bukan lagi produk impor yang menggunakan tokoh-tokoh boneka asing dan bahasa Inggris. Sesame Street akan menggunakan nama Jalan Sesama karena telah diadaptasi ke versi Indonesia.

"Kami sangat senang memperkenalkan karakter muppet Jalan sesama yang keunikannya akan membuat anak-anak tertawa, bernyanyi, menari dan bertanya-tanya," ujar eksekutif Produser Sesame Workshop untuk Jalan Sesama, Ginger Brown, dalam siaran persnya, Selasa ((22/5).
Jalan Sesama merupakan produksi hasil adaptasi lokal dari tayangan anak yang telah lama dikenal dunia yakni Sesame Street. Jalan Sesama akan menampilkan tokoh-tokoh baru yakni Momon, Putri, Tantan, dan Jabrik. Direncanakan, Jalan Sesama akan tayang perdana pada awal November 2007.
Seperti dikutip Antara, empat boneka program televisi Sesame Street versi Indonesia : Momon, Putri, Tantan, dan Jabrik, diluncurkan di Jakarta, Selasa (22/5), untuk menandai dimulainya penggarapan produksi 156 episode yang menelan dana sebesar US$ 8,5 juta.
Jalan Sesama merupakan produksi bersama Creative Indigo Production bekerja sama dengan organisasi nirlaba Sesame Workshop. Setting yang dibangun merupakan kombinasi atmosfer perkotaan dan pedesaan untuk menggambarkan keragaman bentuk arsitektur Indonesia.
Dalam program televisi anak ini, Jalan Sesama menampilkan karakter yang sepenuhnya mengakomodasi budaya lokal Indonesia. Penamaan Jalan Sesama dipilih karena tokoh-tokoh di dalam cerita ini tinggal di jalan yang sama, yakni Jalan Sesama.
"Karakter bonekanya sangat menakjubkan! Bekerja setiap hari bersama mereka dan tokoh manusia akan menjadi pengalaman yang luar biasa. Kami sangat antusias!," ungkap Managing Director Creative Indigo Production, Robby T Winarka.
Tokoh Momon digambarkan sebagai anak laki-laki berumur lima tahun yang gemar membaca dan berhitung, sedangkan Putri adalah anak perempuan berusia 3,5 tahun dengan rambut berbuntut kuda yang hobi berpetualang.
Dua boneka lainnya masing-masing adalah Tantan, seekor orang utan yang menyukai berbagai buku bacaan, dan Jabrik, seekor bayi badak yang senang tertawa.
Keempat tokoh tersebut akan dimainkan sembilan muppeter (pemain boneka) untuk menghidupkan boneka, baik dalam gerak maupun suara.
"Memang bonekanya ada empat, tapi memerlukan banyak orang untuk memainkannya, misalnya satu karakter dimainkan dua hingga tiga orang dengan salah satunya sebagai pengisi suaranya," ujar Eksekutif Produser Jalan Sesama, Putri Rahartana.
Pada setiap episode, Tantan dan tiga tokoh lainnya mengetengahkan hal-hal yang berkaitan dengan anak-anak prasekolah. Misalnya tentang pentingnya kebiasaan hidup sehat, mengenal makanan sehat, dan bagaimana bersosialisasi dengan lingkungan sekitar tempat tinggal.
Jalan Sesama juga akan menampilkan segmen dokumenter dan film animasi yang diproduksi secara lokal, serta segmen klasik Sesame Street dengan karakternya yang khas. Jalan Sesama juga turut melibatkan ahli pendidikan lokal dan ahli pengembangan anak untuk menciptakan materi yang sesuai dengan kondisi dan usia pemirsa. Jalan Sesama juga akan mengangkat persoalan yang terkait dengan negara Indonesia seperti mengajak anak-anak untuk melindungi lingkungan dan menghargai keragaman dalam masyarakat.
Direktur Pendidikan dan Penelitian Jalan Sesama, Mohammad Zuhdi mengungkapkan program ini telah mengalami proses penelitian dan persiapan kurikulum khusus untuk pendidikan anak-anak Indonesia, penciptaan lagu khusus, dan musik tradisional, serta rumah tradisional yang menampilkan ciri khas Indonesia.
"Meskipun dirancang untuk anak-anak prasekolah, tayangan ini juga ditujukan untuk semua kalangan, sebab tema yang diangkat adalah dari keseharian dan kebiasaan hidup kita sehari-hari," katanya.
Selain empat tokoh tersebut, penghuni "Jalan Sesama" adalah beberapa tokoh yang diperankan oleh manusia, yakni penjual sayur yang suka menari dan menyanyi di waktu luangnya, seorang tukang bengkel yang ahli memperbaiki segala macam barang, seorang dokter yang selalu mendorong kebiasaan hidup sehat, dan anaknya Ica, yang turut meramaikan Jalan Sesama.

Sementara itu, Kuasa Usaha AS John A Heffern mengatakan pemerintah AS berkomitmen untuk membantu meningkatkan kualitas pendidikan dasar di Indonesia. Hal itu memang telah dicanangkan oleh Presiden Bush dengan dana sebesar US$157 juta.
Di sisi lain, Direktur USAID William M Frej menambahkan Jalan Sesama melibatkan ahli pendidikan lokal untuk menyusun materi acara.
"Di samping mengajarkan kemampuan kognitif dasar, serial ini juga akan memanfaatkan keberagaman luar biasa dari negara kepulauan yang luas ini. Indonesia adalah negara yang kaya kebudayaan, tradisi, bahasa dan kesenian," kata Frej.
Panggung acara Jalan Sesama mengkombinasikan latar pedesaan dan perkotaan yang mencerminkan Indonesia. Bengkel, perpustakaan, rumah pohon, bunga-bunga di sepanjang pagar rumah yang terbuat dari bambu, adalah sebagian dari set panggung untuk tayangan yang telah diadaptasi di lebih dari 30 negara di dunia ini.
Program televisi Jalan Sesama akan diproduksi untuk 156 episode selama tiga tahun. Total dana produksi mencapai US$ 8,5 juta merupakan sumbangan pemerintah Amerika Serikat melalui USAID. Sebelum proses produksi dimulai, tim Jalan Sesama telah melalui pelatihan oleh Sesame Workshop dari Amerika Serikat.
Pada era 1980-an, boneka-boneka Sesame Street menjadi acara anak-anak yang digemari. Empat tokohnya, Big Bird, Elmo, Cookies, dan Telly Monster dikenal secara luas di berbagai dunia, tak hanya di negeri asalnya, Amerika Serikat. [U-5]