SUARA PEMBARUAN DAILY

Pendapatan Bersih Bakrie Telecom Naik 75 Persen

[JAKARTA] Peningkatan jumlah pelanggan dan menurunnya biaya interkoneksi mendorong pertumbuhan kinerja keuangan operator telekomunikasi PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) pada kuartal pertama 2007.

Dalam laporan keuangan yang telah diaudit, untuk kuartal pertama 2007 perseroan membukukan pendapatan kotor perusahaan sebesar Rp 271,14 miliar.

Jumlah ini meningkat 75 persen ketimbang periode yang sama tahun lalu yakni Rp 155,30 miliar. Seiring dengan itu, pendapatan bersih (net revenue) perseroan juga meningkat 105 persen atau naik dari Rp 109,01 miliar di kuartal pertama 2006 menjadi Rp 223,91 miliar di kuartal pertama 2007.

Direktur Keuangan PT Bakrie Telecom Tbk, Jastiro Abi di Jakarta, Senin (21/5) menjelaskan, EBITDA (Earnings Before Interest, Depreciation and Amortization) juga peningkatan sebesar 132 persen dari Rp 42,26 miliar di kuartal pertama 2006 menjadi Rp 98,18 miliar di kuartal pertama 2007. EBITDA margin perseroan pun naik dari 27 persen di kuartal pertama 2006 menjadi 36 persen di kuartal pertama 2007.

Dikatakan, dengan kinerja seperti ini, perseroan mencatat kenaikan laba bersih yang cukup tajam yakni dari Rp 122,52 juta di kuartal pertama 2006 menjadi Rp 16,25 miliar pada periode yang sama 2007.

Jastiro menjelaskan, pencapaian positif dalam laporan keuangan perseroan di kuartal pertama 2007 terutama diakibatkan laju pertumbuhan pelanggan Bakrie Telecom yang tumbuh pesat. "Jika dibandingkan secara year on year terjadi laju pertumbuhan pelanggan sebesar 138 persen. Jumlah pelanggan BTEL di kuartal pertama 2007 tercatat 1,799 juta pelanggan. Sementara pada periode serupa tahun sebelumnya jumlah pelanggan BTEL adalah 757.000 pelanggan. Sedangkan, jika dibandingkan dengan posisi akhir 2006 pelanggan BTEL tercatat 1,5 juta pelanggan," kata Abi.

Bakrie Telecom menargetkan jumlah pelanggan tahun ini menjadi 3,6 juta pelanggan. Sejauh ini laju pertumbuhan pelanggan dijaga pada tingkat yang diharapkan. "Jumlah pelanggan kami terus meningkat. Hal ini bersifat eksponensial sebagai akibat dari keberhasilan kami mengeluarkan paket-paket produk yang diminati masyarakat dan memang berbeda dengan paket produk yang dikeluarkan operator lain," kata dia. [N-3]


Last modified: 23/5/07