[JAKARTA] Pesawat komersial terbesar di dunia, Airbus A380 akan memulai kunjungannya ke kawasan Asia Pasifik. Kegiatan itu sebagai bagian rangkaian tur demonstrasi yang akan berlangsung sepanjang tahun ini. Tur itu akan membawa pesawat pengembangan A380 MSN7 ke Jepang, Australia, dan Taiwan.
Keterangan tertulis Airbus yang diterima SP, Rabu (23/5) menyebutkan, sebelum melakukan tur, pesawat itu sebelumnya menjalani uji kompatibilitas di Bandara Paris Charles de Gaulle. Uji itu diselenggarakan bersama dengan Air France dan Aeroport de Paris.
Sementara itu dari Singapura, wartawan SP, Roberth Isidorus melaporkan, maskapai penerbangan Singapore Airlines yang menjadi pelanggan pertama produk Airbus A380 menyatakan akan mengoperasikan pesawat A 380 pada Oktober ini dengan rute penerbangan pertama Singapura-Sydney-London.
"Pesawat dengan kapasitas 500 tempat duduk merupakan bagian dari progam maskapai untuk mendatangkan 16 pesawat A380 mulai September mendatang. Hal itu guna memperkuat armada yang berjumlah 92 pesawat. Saat ini sebagian besar armada SIA menerbangi 65 destinasi diseluruh dunia, "ujar Assistant Manager Public Relation Singapore Airlines (SIA), Supramaniam Shinnakannu di Singapura, kemarin. Dijelaskan, saat ini tujuan penerbangan SIA di seleluruh dunia didominasi pesawat Boeing 777 Series.
"Setelah kedatangan satu pesawat A380 pertama, kami akan menambah lagi pesawat dengan dua pesawat seri yang sama, pada triwulan pertama tahun depan. Dan selanjutnya akan didatangkan secara bertahap sampai 19 pesawat ke Singapura,"ujar dia. Dijelaskan, walaupun tempat duduk pesawat terbaru mencapai 550, namun akan mengubahnya menjadi 480 tempat duduk guna menambah kenyawanan penumpang.
Namun dia belum bisa menjamin pesawat raksasa double-decker berlantai ganda seharga Rp 1,6 triliun akan masuk Jakarta untuk lima tahun kedepan.
Sementara Kepala Cabang Utama Bandara Soekarno-Hatta PT Angkasa Pura II, Kasmin Kamil mengatakan, secara teknis Bandara Soekarno-Hatta sudah bisa didarati pesawat A380. "Tetapi untuk melayani pendaratan pesawat itu, bandara membutuhkan garbarata (aerobrige) khusus dua tingkat," kata Kasmin yang menjadi pembicara pada 'Media Aviation Workshop for Indonesia Media'. Dari data yang dikeluarkan SIA, maskapai penerbangan itu mengangkut 18,34 juta penumpang selama tahun fiskal 2006-2007. Angka ini menunjukan kenaikan sebesar 7,7 persen ketimbang tahun lalu. Menurut data itu jumlah penumpang yang terangkut per kilometer naik 7,7 persen, sedangkan isian penumpang juga naik 3,6 persen menjadi 79,2 persen pada periode yang sama. *