SUARA PEMBARUAN DAILY

Tunjukkan Kasih bagi Penderita HIV/AIDS

[JAKARTA] Para tokoh agama menyampaikan dukungannya terhadap penanggulangan HIV/AIDS di Indonesia. Mereka bersepakat bahwa orang dengan HIV/AIDS (ODHA) harus mendapat perhatian dan pemerintah harus serius memperhatikan persoalan HIV/AIDS.

Demikian disampaikan para tokoh agama dalam pertemuan tingkat nasional penanggulangan HIV/ AIDS lintas agama yang diselenggarakan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional di Jakarta, Senin (7/5). Dalam pertemuan yang dihadiri tujuh organisasi keagamaan di Indonesia, masing-masing pihak menyatakan dukungan positif untuk menurunkan penularan HIV/AIDS.

"Persoalan HIV/AIDS tidak hanya persoalan kesehatan, melainkan juga moral, ekonomi, etika dan hukum. Kita tidak boleh mengucilkan ODHA, karena bagaimana pun mereka adalah manusia dan kita harus menunjukkan cinta kasih pada sesama," kata Romo Beni Susetyo Pr, dari Konferensi Waligereja Indonesia (KWI).

Disampaikan, dengan memperlakukan ODHA dengan baik, mereka akan dapat lebih mampu menghadapi persoalan itu. Selain itu, masyarakat juga diajarkan jangan melihat persoalan HIV/AIDS sebagai sesuatu yang menakutkan.

Selain meminta semua pihak untuk ikut memperhatikan persoalan HIV/ AIDS, Toha Muhaimin dari Muhammadiyah menegaskan dukungannya untuk membantu mensosialisasikan persoalan HIV/ AIDS di tengah masyarakat. Organisasi Muhammadiyah saat ini mempunyai basis hingga ke tingkat kelurahan.

Dalam sesi kajian dan tinjauan agama terha- dap penanggulangan HIV/ AIDS di Indonesia, Anwar Ibrahim dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan pemerintah memberikan perhatian yang lebih serius dalam menyelesaikan masalah ini.

Dalam sambutannya, Menteri Agama Maftuh Basyuni mengaku sangat prihatin dengan laporan WHO yang menempatkan Indonesia sebagai negara tercepat penularan HIV nya di Asia. Apabila pada tahun 1990-an jumlah penderita HIV/AIDS di Indonesia hanya dalam hitungan jari, maka sekarang mereka yang terinfeksi lebih dari 150.000, antara 180.000-200.000 orang.

Dalam kaitan tersebut, Pendeta Gideon Byamugisha dari Uganda menyatakan, masih banyak yang berpandangan bahwa HIV/ ADIS adalah orang yang berperilaku meyimpang. Persepsi itu, jelas Gideon bisa muncul dari pemahaman yang salah. [A-22]


Last modified: 8/5/07