SUARA PEMBARUAN DAILY

Tol Jagorawi Makin Macet

[JAKARTA] Sudah menjadi kebiasaan masyarakat, khususnya para pengguna jalan tol, apabila terjadi kecelakaan, mereka memperlambat kendaraannya ketika berada di dekat tempat terjadinya kecelakaan.

Meskipun kendaraan yang mengalami kecelakaan berada di bahu jalan, namun keingintahuan pengguna jalan tol tidak berkurang.

"Akibatnya, kemacetan panjang pun semakin tidak bisa dihindari. Bahkan, kemacetan tidak hanya terjadi di jalur yang terdapat kendaraan yang mengalami kecelakaan, namun kemacetan juga terjadi di jalur sebaliknya, karena mereka juga mengurangi kecepatannya ketika berada di dekat lokasi kecelakaan. Kondisi inilah yang terjadi di Jalan Tol Jagorawi sejak hari Minggu (6/5) hingga Selasa (8/5) pagi ini," kata Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Okke Merlina, Selasa.

Meski truk sudah dievakuasi, namun para pengendara tetap memperlambat laju kendaraannnya karena melihat masih ada alat berat yang menyangga jembatan yang rusak dihantam truk itu.

Pada Senin (7/5) malam, kendaraan yang akan memasuki Tol Jagorawi harus merayap mulai dari Jl Dewi Sartika, UKI, hingga ke lokasi kejadian. Selepas itu barulah lancar.

Kejadian ini bermula ketika sebuah truk tronton B9346WV yang mengangkut batu bara dari Jakarta ke arah Cibinong mengalami kerusakan pada sistem hidrolik pengangkat bak truk tersebut, pada Sabtu (5/5) sekitar pukul 20.00 WIB. Tanpa dapat dikendalikan, tiba-tiba hidrolik bak tersebut langsung mengangkat bak truk sehingga batu bara berceceran di jalan tol.

Pengemudi tronton langsung menepikan kendaraan ke arah bahu jalan tol.

Namun, karena kecepatan kendaraan yang cukup kencang, kendaraan tidak bisa langsung berhenti. Ketika akan melintas di jembatan (overpass) KM 11.200, pengemudi tidak mampu mengukur ketinggian bak truk yang sudah dalam posisi tegak karena terangkat oleh sistem hidroliknya.

Akibatnya, bak truk tersebut menghantam girder (gelagar) jembatan. Karena hantaman yang cukup keras, girder retak sepanjang kurang lebih enam meter. Keretakan ini tentu saja sangat membahayakan.

Truk yang tepat berada di bawah jembatan tidak bisa langsung dievakuasi. Sebab, dikhawatirkan bila truk langsung dievakuasi, girder yang sudah retak akan jatuh dan menimpa kendaraan yang ada di bawahnya.

Petugas Jasa Maga pun segera melakukan persiapan evakuasi. Selain menerjunkan si Komo (mobil truk evakuasi serba guna), Jasa Marga juga melibatkan dua crane dan beberapa kendaraan unit evakuasi. Satu crane digunakan untuk menahan girder jembatan agar tidak sampai jatuh, dan satu crane digunakan untuk mengevakuasi truk.

Setelah melalui proses yang penuh dengan perhitungan, akhirnya pada hari Minggu (6/5), sekitar pukul 19.00 WIB, truk berhasil dikeluarkan dari bawah jembatan. Sementara girder jembatan tetap ditahan oleh crane.

Macet Panjang

Akibat banyaknya pengguna jalan tol yang ingin melihat kecelakaan tersebut dengan memperlambat laju kendaraan, kemacetan di jalan tol pun tidak dapat dihindarkan. Pada hari Minggu sekitar pukul 14.00, kemacetan dari arah Tol Tanjung Priok sudah sampai ke Cempaka Putih, sedang dari arah Grogol sudah sampai ke Pancoran.

Begitu juga kendaraan dari arah Tol Cikampek mengalami kesulitan ketika akan keluar ke arah UKI. Bahkan, kemacetan juga terjadi di beberapa ruas jalan nontol, seperti di UKI, Jl Dewi Sartika, sampai Kampung Melayu.

Kemacetan juga terjadi dari arah Bogor. Pengguna jalan tol yang hendak ke Jakarta ini ketika sampai di lokasi kejadian, memperlambat laju kendaraannya, sehingga mengakibatkan kemacetan sampai dua kilometer.

Petugas Jasa Marga yang berada di lokasi sudah memasang rambu-rambu, menempatkan petugas, dan mengimbau melalui pengeras suara (public address) agar tidak memperlambat kendaraannya. Sebab, kondisi truk pun saat itu ada di bahu jalan. Upaya keras para petugas Jasa Marga ini baru membuahkan hasil sekitar pukul 23.00 WIB Minggu malam. Kendaraan berangsur-angsur mulai pulih dan mulai normal kembali. Selain Kepala Cabang Jagorawi, Sudijatmoko, tampak berbaur dengan para petugas tadi malam adalah Direktur Operasi, Sarwono Oetomo dan Pimpro P2JT Cabang Jagorawi Teguh Wiyono.

Pada Senin (7/5), Tim dari Puslitbang Jalan Departemen Pekerjaan Umum meninjau lokasi kecelakaan untuk melakukan evaluasi kejadian dan untuk menentukan langkah-langkah perbaikan permanen. [N-6]


Last modified: 8/5/07