[DILI] Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menjamin kalau setiap warga dan petugas pemilihan presiden (pilpres) putaran kedua pada Rabu (9/5), akan berlangsung aman. Penjagaan keamanan diperketat, khususnya di daerah pinggiran, untuk menjamin keamanan para pemilih.
Sekitar 4.500 polisi PBB dan polisi lokal, dibantu pasukan perdamaian, akan turun langsung ke seluruh wilayah Timor Leste untuk mengamankan proses pemilihan. Pasukan PBB juga akan langsung mengamati tempat pemungutan suara yang dikhawatirkan mempunyai resiko terjadi intimadasi.
Sejauh ini belum ada laporan tentang insinden kekerasan menjelang pelaksanaan proses pemilu tersebut. Untuk itu, PBB juga menyerukan agar setiap orang tetap menjaga pelaksanaan pemilu yang damai.
Perdana Menteri Jose Ramos Horta dan kandidat Partai Fretilin Francisco "Lu Olo" Guterres akan bertarung merebut posisi presiden pada pemilu yang akan digelar besok. Pada putaran pertama, Lu Olo mengungguli Horta yang berada pada posisi kedua. Namun Horta diperkirakan akan menang karena akan didukung oleh enam kandidat lain yang tidak ikut pada putaran kedua.
Selama kampanye, kedua kubu saling menuding guna mendapatkan dukungan. Fretilin menuding para pendukung Horta menyogok kelompok masyarakat miskin. Tudingan Fretilin tersebut dibuktikan dengan ditemukan uang sebesar US$ 5.000 dan beberapa pucuk senjata. Horta belum memberikan komentar terkait penemuan tersebut.
Pasukan asing dituding Fretilin telah mengintimidasi pelaksanaan pemilu untuk memenangkan Horta. Intimidasi itu diantaranya dengan mengacaukan kampanye, namun hal itu dibantah oleh pimpinan pasukan Australia.
Misi PBB di Timor Leste (UNMIT) menyebutkan, distribusi bahan-bahan logistik untuk pelaksanaan pemilu di 13 distrik dilakukan dengan helikopter, truk, dan tenaga pengantar lain. Seluruh tahap persiapan tersebut sudah hampir tuntas sehingga putaran kedua siap dilaksanakan. [AFP/ABC/H-12]