SUARA PEMBARUAN DAILY

"Spider-Man 3" Pecahkan Rekor Box Office

Foto-foto/Sony picturesAdegan-adegan ÒSpider-Man 3Ó.

Booming film Spider-Man 3 tengah melanda dunia. Bahkan di AS sendiri, film yang dibintangi Tobey Maguire dan Kirsten Dunst itu sukses mengumpulkan US$ 59 juta pada premiere-nya Jumat pekan lalu. Untuk total seluruh akhir pekan, Spider-Man 3 mampu mengumpulkan US$ 151, 1 Juta hanya di AS, dan US$ 382 juta untuk seluruh dunia.

Rekor ini merupakan hasil akhir yang melebihi estimasi pihak Sony Pictures. Minggu lalu, studio yang memproduksi franchise Spider-Man ini memperkirakan film tersebut hanya akan menghasilkan US$ 148 juta di AS saja dan US$ 375 juta secara global. Ternyata, hasil akhir jauh melampaui perkiraan tersebut.

Film ketiga tentang tokoh pahlawan super Spiderman buatan Marvel Comics ini juga sukses mengungguli pemegang rekor terdahulu, yakni Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest. Film yang dibintangi Johnny Depp, Orlando Bloom dan Keira Knightley itu mencapai angka US$ 135,6 juta pada debut perdananya di AS Juli lalu. Spider-Man 3 juga melebihi angka yang diperoleh sekuel sebelumnya, Spider-Man 2 pada 2002. Saat itu, Spider-Man 2 memperoleh penjualan US $ 114,8 juta di pekan pertamanya.

Sebenarnya, film ini merupakan film dengan risiko tinggi. Pasalnya, biaya pembuatan Spider-Man 3 menghabiskan US$ 258 juta, dengan anggaran pemasaran sebesar US$ 125 juta di seluruh dunia. Namun, melihat betapa suksesnya film ini dalam pemutarannya di minggu perdana sejak Selasa pekan lalu, tampaknya kekhawatiran pihak studio bisa sedikit diredam.

Lonjakan anggaran produksi merupakan suatu perilaku bagi bisnis film yang lebih mengandalkan pada film bermuatan laga. Film-film franchise seperti Spider-Man atau Pirates of the Caribbean umumnya telah memiliki penonton setia yang bisa diandalkan untuk mengurangi resiko rugi akibat tingginya anggaran produksi.

"Film-film tersebut menghabiskan anggaran hanya untuk menceritakan kisah yang direncanakan. Banyak sekali efek dalam film seperti itu yang membutuhkan biaya tinggi," tutur Amy Pascal, wakil kepala Sony Pictures.

Ucapan Pascal mampu dibuktikan oleh Spider-Man 3. Dalam debutnya Jumat pekan lalu, film tersebut mencetak rekor baru dengan menghasilkan US$ 59,8 juta di AS. Angka tersebut sekaligus mengalahkan debut perdana The Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest yang berhasil mengumpulkan US$ 55,8 juta Juli lalu.

Di AS, Spider-Man 3 menarik perhatian penonton pada akhir pekan, lebih dari film-film lain. Diperkirakan, sekitar 22,5 juta orang menyaksikan film ini. Jumlah tersebut juga melampaui jumlah orang yang menyaksikan The Pirates of the Caribbean: Dead Man's Chest tahun lalu sebanyak 20, 7 juta penonton.

Sony tidak mau membuka berapa banyak yang mereka habiskan untuk mempromosikan film tersebut. Namun, upaya promosi mereka benar-benar tanpa henti. Di berbagai bioskop, televisi dan internet, iklan, trailer dan teaser Spider-Man 3 terus diputar untuk menarik minat masyarakat.

Yang unik lagi, di beberapa negara, Sony Pictures meluncurkan film tersebut satu atau dua hari lebih dulu sebelum di AS. Padahal, umumnya film-film Hollywood diputar di luar AS satu atau dua hari setelah penonton film di AS menikmatinya.

Negara-negara yang menjadi pilihan pertama Sony Pictures untuk memutar Spider-Man 3 untuk pertama kalinya adalah Perancis, Italia, Korea Selatan dan beberapa negara lainnya.

Melihat hasil penjualan tiket yang spektakuler, tak heran jika Sony berencana untuk terus melanjutkan serial film ini di layar lebar. Namun, Tobey Maguire dan Kirsten Dunst telah menyatakan, sekuel ketiga ini merupakan konklusi dan akhir dari trilogi Spider-Man yang menutup kisah dari dua film sebelumnya.

Juga terdapat spekulasi bahwa sutradara Sam Raimi yang membuat ketiga film Spider-Man tidak akan menangani film sejenis karena memiliki proyek baru. Karena itulah, Maguire dan Dunst tidak mau kembali bermain dalam seri Spider-Man lain tanpa dirinya.

"Banyak penonton merasa, ini bisa jadi akhir sebuah trilogi, akhir dari bintang-bintang asli dalam Spider-Man. Sehingga mereka pun terdorong untuk menyaksikannya. Banyak juga fakta yang menyebutkan, masyarakat menyukai dua film sebelumnya. Kedua film itu bukanlah film sampah, sehingga masyarakat tahu bahwa mereka akan menyaksikan sebuah film yang lebih berat, sesuatu yang lebih substansial ketimbang film sekuel pada umumnya," tutur Paul Dergarabedian, presiden Media By Numbers.

Seperti yang telah dibuktikan trilogi Star Wars dan The Lord of the Rings, para penggemar mencintai akhir yang spektakuler. Sehingga, meskipun ini bukanlah akhir dari trilogi Spider-Man, omongan Maguire dan Dunst tentang trilogi film dan ketidakpastian mengenai apakah tim produksi film ini akan kembali bersama telah membawa sebuah kondisi bahwa memang inilah akhir segalanya.

"Saya akan senang sekali jika semuanya kembali bersama. Kami telah menjadi sebuah keluarga besar kala memproduksi tiga film ini bersama-sama, namun kami akan memproduksi lebih banyak lagi film-film Spider-Man lainnya," kata Pascal. [AP/D-10]


Last modified: 8/5/07