[JAKARTA] Pemerintah tidak melakukan intervensi terhadap pasar terkait penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. Sejauh ini, fluktuasi nilai tukar rupiah masih dinilai dalam kisaran wajar dan aman serta tidak berpengaruh negatif terhadap kinerja ekspor.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Boediono, mengatakan hal itu di Jakarta, Senin (7/5).
Dijelaskan, pergerakan nilai tukar rupiah ditentukan pasar sehingga pemerintah tidak akan melawan pasar. "Jadi kita tentunya harus jangan melawan pasar, ini memang masih dalam batas. Menurut saya sesuai dengan keinginan kita. Jangan melawan pasar maksudnya jangan lalu lobi-lobi sama intervensi," kata Boediono.
Dikatakan, walau pun rupiah berada di level Rp 8.800 per dolar AS namun dinilai masih aman baik bagi eksportir maupun importir. Tahun ini, pemerintah mengasumsikan nilai tukar rupiah berada pada level Rp 9.300 per dolar AS.
Namun, Boediono enggan menjabarkan sampai di level berapa rupiah akan jalan bertahan. Menurut dia, saat ini nilai tukar dolar AS juga melemah termasuk mata uang negara lain. Di sisi lain, uang masuk yang melalui pasar modal saat ini masih meningkat sehingga mempengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah.
Sementara itu, Boediono enggan berkomentar terkait masuknya wajah-wajah baru dalam tubuh Kabinet Indonesia Bersatu. Saat diminta pendapatnya, Boediono hanya tersenyum sambil mengacungkan jempol. [L-10]