SUARA PEMBARUAN DAILY

Menkominfo, Muhammad Nuh

Memanfaatkan Revolusi Teknologi Informasi dan Komunikasi

Mantan Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS), Prof Dr Ir Muhammad Nuh DEA, mengaku terkejut ketika mendapat panggilan mendadak dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Sabtu (5/5) lalu.

"Sebenarnya hari itu saya harus tahlilan 100 hari kematian kakak saya (Mohammad Tohir, Red), tapi tidak jadi. Yah, karena diminta untuk menghadap Presiden," kata Nuh, di rumahnya, Minggu (6/5) petang.

Nuh mengaku tak ada firasat apa pun sebelumnya. Tapi, saat itu sempat juga dia menduga bahwa pemanggilan ke Cikeas terkait rencana perombakan kabinet.
Apa saja yang diperbicangkan Nuh dengan Presiden dalam pertemuan tersebut? Seperti yang telah dia ungkapkan, presiden mengajak berdiskusi seputar teknologi informasi dan komunikasi (information and communication technology/ICT). "Tentang konsep electronic Indonesia, bagaimana teknologi informasi tak sekadar menjadi alat, tetapi sebagai partner yang bisa menggerakkan potensi," kata pria kelahiran Surabaya 17 Juni 1959 itu.

Di tengah-tengah diskusi, Presiden menanyakan kesediaan Nuh bergabung di kabinet. Doktor lulusan Teknik Biomedik Universite Science et Technique du Languedoc, Montpellier, Prancis, itu menjawab, "Saya diajak Pak RT untuk bersih-bersih kali mawon purun, seneng, napa malih diajak panjenengan dandan-dandan negara, mosok mboten purun (Saya diajak Pak RT membersihkan selokan saja mau dan senang, apalagi diajak Bapak Presiden memperbaiki kondisi negara, masa tidak mau)."

Saat itu, Presiden belum mengungkapkan pos yang bakal dipercayakan kepadanya. Namun, kini semua menjadi jelas. Presiden, pada Senin (7/5), resmi mengungkapkan M Nuh menjadi Menteri Komunikasi dan Informatika, menggantikan Sofyan Djalil, yang beralih tugas menjadi Menteri Negara BUMN.

Terkait dengan bidang tugas barunya itu, M Nuh berpandangan, ICT nantinya harus benar-benar membantu sektor pendidikan, industri, dan pemerintahan. Dengan demikian perlu ada pengembangan E-Indonesia yang telah digagas empat perguruan tinggi negeri, yakni Institut Teknologi Bandung, ITS, Universitas Indonesia, dan Institut Pertanian Bogor. "Kebetulan, saya termasuk salah seorang anggota tim penyusun Indonesia SAKTI (Strategi dan Arah Kebijakan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Red) dari ITS," katanya.

Buku itu telah diserahkan kepada Presiden Yudhoyono pada Desember 2004. Dalam buku itu, Nuh menyampaikan pandangan, bahwa Indonesia sedang mengalami suatu revolusi teknologi baru yaitu revolusi ICT.

Dalam pandangan Nuh, revolusi ICT mempunyai dampak yang lebih luas yang menyebabkan terjadinya revolusi teknologi secara menyeluruh. Sebab, ICT menjadi komponen utama bagi semua teknologi lain, termasuk yang sepintas tampak tidak berhubungan, seperti kedokteran, sipil/arsitek, geologi, permesinan, pertanian, yang perencanaan dan operasionalnya sangat bergantung pada ICT.

Aktivitas Lain

M Nuh, berasal dari keluarga petani sederhana, di Gununganyar, Surabaya. Baru sebentar mengajar di almamaternya, alumnus Jurusan Teknik Elektro ITS yang lulus pada 1983 itu, mendapat beasiswa untuk melanjutkan studi di Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier, Perancis. Gelar S2 dan S3 pun diraihnya di perguruan tinggi itu.

Dalam penelitian untuk disertasinya, Nuh mengembangkan sistem peralatan untuk terapi superficial bagi penderita kanker kulit. Peralatan tersebut kini masih digunakan di rumah sakit Aurelle Montpellier, Prancis, sebuah rumah sakit khusus untuk kanker.
Kepakaran Nuh dalam bidang Control System Biomedical System Engineering tersebut memperoleh pengakuan dengan turunnya keputusan Menteri Pendidikan Nasional pada April 2004, yang mengangkatnya sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Digital Control System, dengan spesialisasi Sistem Rekayasa Biomedika.
Meski jabatannya terbilang cukup banyak, tetapi Nuh bukanlah tipe ilmuwan yang asyik dengan dirinya sendiri dan ilmu yang digelutinya. Selain rajin meneliti dan menulis buku, Nuh juga aktif dalam pengabdian masyarakat. [SP/Edi Sutedjo]


Last modified: 7/5/07