SUARA PEMBARUAN DAILY

Seputar Gelora

MN Farid Firmansyah Juara KU 15

Master Nasional (MN) Farid Firmansyah berhasil merebut juara dunia catur pelajar untuk kelompok umur (KU) 15 tahun dalam Kejuaraan Dunia C atur yang berlangsung di Halkidiki, Yunani, Minggu (6/5). Farid merebut juara dunia setelah pada babak kesembilan (terakhir) mengalahkan lawannya Kazantzis Ilias pada langka ke-44. Dengan kemenangan di babak terakhir itu, Farid Firmansah meraih poin tertinggi dengan 8,5. Ia berhasil menyelesaikan kejuaraan dunia tersebut dengan delapan kali menang dan sekali remis dari sembilan babak yang diselesaikan. Sementara itu, MN Masruri Rahman yang turun di KU 11, meraih angka penuh pada babak terakhir dengan mengalahkan Qafarli Elchin dari Azerbaijan dan menempatkan dirinya sebagai juara ketiga. [W-6]

Flandy/Vita Selamatkan Indonesia

Ganda campuran Flandy Limpele/Vita Marissa menyelamatkan muka Indonesia pada Kejuaraan Bulutangkis Singapura Super Series yang berlangsung di Singapore Indoor Stadium, Minggu (6/5). Mereka mempersembahkan satu-satunya gelar juara bagi Merah Putih setelah di partai final membenamkan ganda Thailand Sudket Prapakamol/Saralee Thungthongkam dua set langsung 21-14, 21-13. Menurut situs bwfsuperseries.com, Flandy/Vita yang menjadi unggulan delapan itu hanya membutuhkan waktu 27 menit untuk mengalahkan lawannya tersebut. Gelar juara yang diraih Flandy/Vita di Singapura ini merupakan gelar Super Series pertama sekaligus gelar kedua sejak berpasangan, setelah sebelumnya mereka memenangi Jepang Terbuka 2006.

Thailand berhasil memboyong pulang gelar bergengsi di tunggal putra setelah Boonsak Ponsana di final mengalahkan pemain unggulan tujuh asal Tiongkok Chen Yu 21-17, 21-14. Adapun juara tunggal putri direbut pebulutangkis nomor dua dunia asal Tiongkok Zhang Ning yang di babak pamungkas mengalahkan rekan senegaranya Xie Xinfang 21-18, 19-21 dan 21-3. Tiongkok kembali menambah perbendaharaan gelar juara di kejuaraan ini melalui ganda putri peringkat tiga dunia Wei Yili/Zhang Yawen yang menyingkirkan rekannya Yang Wei/Zhao Tingting 10-21, 21-19, 21-18 dan ganda putra Fu Hiafeng/Cai Yun yang menang atas Choong Tan Fook/Lee Wan Wah dari Malaysia 16-21, 24-22, 21-18. [M-17]

Kejuaraan Judo Junior Masih Minim

Kejuaraan judo tingkat junior di Jakarta yang berlangsung rutin masih sangat minim. Akibatnya banyak bibit pejudo potensial DKI Jakarta tidak terasah dan teruji kemampuannya dalam suatu kompetisi. "Kejuaraan judo khususnya untuk tingkat junior masih jarang sekali. Kasihan banyak pejudo muda harus puas sampai pada tingkat latihan saja. Padahal untuk mengukur kemajuan setelah berlatih, si atlet minimal harus ikut pertandingan. Ini yang kita coba gairahkan dan bangkitkan lagi," kata Ketua Umum Institut Judo Djakarta Raya, Boyke W Mukijat di Jakarta akhir pekan lalu.

Menurut dia, animo pejudo muda maupun klub judo untuk mengikuti Kejuaraan Judo Tingkat Pelajar SLTP dan SMU se-DKI yang berlangsung di GOR Bulungan Jakarta, 5-6 Mei 2007 sangat tinggi. Itu dibuktikan dengan jumlah peserta mencapai 168 pejudo. Para peserta, lanjut dia, tak hanya berasal dari DKI saja tapi juga datang dari daerah lain seperti Sukabumi, Bogor, Tangerang, dan Karawang. Selain itu, kejuaraan ini diramaikan juga sejumlah pejudo cilik asing dari Singapura maupun dari beberapa sekolah internasional yang ada di Jakarta. Boyke yang juga menjabat, Sekjen Pengda PGSI DKI Jakarta itu menambahkan dengan makin banyaknya kejuaraan judo yang diikuti pejudo muda maka stok atlet untuk melapisi pejudo nasional dapat tercukupi. [M-17]


Last modified: 7/5/07