SUARA PEMBARUAN DAILY

Mulut Besar Mayweather Tak Bisa Dibungkam

Floyd Mayweather Jr (depan) bergaya, disaksikan sahabatnya, penyanyi rap 50 cent sebelum pertarungan memperebutkan sabuk super welter WBC melawan Oscar De La Hoya di MGM Grand, Las vegas, AS, Sabtu (5/5). AP/Jae C. Hong

[LAS VEGAS] Sebelum pertarungannya dengan Oscar De La Hoya, banyak tulisan di media masa yang berharap mulut besar Floyd Mayweather Jr dapat dibungkam. Tetapi pada kenyataannya, mulut besar petinju yang punya julukan pretty boy itu tak dapat dibungkam. Mayweather menang angka dan merebut sabuk juara dunia kelas super welter WBC dari tangan De La Hoya, pada pertarungan di MGM Grand, Las Vegas, Minggu (6/5) pagi WIB.

Hasil penilaian tiga hakim memang cukup mengejutkan, karena rata-rata pengamat tinju menilai pertarungan Mayweather dan De La Hoya berakhir imbang, sehingga the golden boy dapat kembali mempertahankan sabuk juaranya. Namun, berdasarkan penilaian kantor berita AS, AP, Mayweather setidaknya unggul di delapan ronde, yakni ronde pertama, kelima, keenam, kedelapan, kesembilan, ke-10, ke-11 dan 12. Sementara De La Hoya hanya unggul di empat ronde saja.

"Saya datang dengan tujuan menuju puncak. Sekarang saya ingin mundur dalam kondisi tetap berada di puncak. Yang ingin saya lakukan adalah memberikan hiburan kepada semua orang sebelum saya meninggalkan olahraga ini," demikian keterangan Mayweather sesuai pertarungan.

Namun petinju asal Michigan, AS, berusia 30 tahun itu tak menampil jika diminta bertarung ulang (rematch) dengan De La Hoya. "Saat ini saya memang belum membicarakan rematch. Tetapi jika publik menginginkannya. Apa lagi yang dapat saya lakukan?" tanya Mayweather. Sedangkan De La Hoya, 34 tahun tampaknya berada dalam kondisi tak pasti untuk gantung sarung tinju. [L-9/W-6]


Last modified: 7/5/07