SUARA PEMBARUAN DAILY

"El Real" Bayangi Barcelona

Pemain klub Real Madrid, David Beckham (kiri) berebut bola dengan pemain Sevilla, Aleksandr Kerzhakov dalam pertandingan lanjutan Liga Spanyol di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Minggu (6/5). Real Madrid menang 3-2. AP/Jasper Juinen

[MADRID] Persaingan memperebutkan gelar juara Liga Spanyol tahun ini, ditandai dengan persaingan dua klub legendaris Eropa dan dunia, Real Madrid dan Barcelona. "El Real" Real Madrid, mulai menghantui ambisi "El Barca" Barcelona di papan atas klasemen sementara, setelah menghantam salah satu klub kandidat juara lainnya, Sevilla 3-2 di Stadion Santiago Bernabeu, Madrid, Spanyol, Minggu (6/5) malam atau Senin (7/5) dini hari WIB.

Tambahan tiga poin itu membuat Real naik satu tingkat ke peringkat dua atau menggusur Sevila dengan 63 poin, berselisih dua angka dengan Barcelona, yang sehari sebelumnya menang 2-0 atas tuan rumah Real Sociedad. Sementara Sevilla harus rela bergeser ke urutan ketiga dengan nilai 61.

Sebelum kekalahan itu terjadi, pasukan Sevilla setidaknya telah memberikan keyakinan kepada masyarakat Spanyol bahwa mereka adalah tim kuat yang kini sedang menatap tiga gelar juara yaitu juara Liga Spanyol, Piala Raja, dan Piala UEFA. Meskipun bertanding di bawah tekanan puluhan ribu pendukung tuan rumah, tidak terlihat sama sekali ketegangan yang diperlihatkan Fredric Kanoute dan kawan-kawan. Bahkan, Sevilla sempat membuat publik Bernabeu terhenyak. Tekanan yang dilakukan kubu Sevilla membuat skuad Real harus jatuh bangun, dan akhirnya gawang Iker Casillas kebobolan juga di penghujung babak pertama.

Gol pembuka Sevilla dicetak Enzo Maresca di menit 41. Memanfaatkan umpan Fredric Kanoute, gelandang Sevilla itu dengan leluasa melepaskan tendangan voli kaki kiri yang gagal dihalau Iker Casillas. Skor 1-0 untuk Sevilla ini bertahan hingga turun minum.

Di babak kedua, giliran tim tuan rumah yang menekan. Fabio Capello pun berjudi dengan memasukkan Guti Hernandez dan menarik striker veteran Raul Gonzalez untuk menambah daya dobrak timnya.

Faktor Guti

Pilihan pelatih asal Italia ini tidak meleset. Buktinya tiga gol Real datang dari servis pemain yang identik dengan tendangan kaki kiri itu. Striker asal Belanda, Ruud Van Nistelrooy menjadi salah satu pemain yang merasakan layanan Guti di menit ke-63. Mendapat bola terobosan, striker asal Belanda itu pun dengan mudah mengelabui kiper Andreas Palop dan menceploskan bola ke gawang yang kosong.

Di menit 78, giliran striker muda asal Brasil, Robinho yang mendapat bola matang dari Guti. Bola sodoran dari Guti langsung disambut Robinho dengan tendangan keras menyusur tanah, sekaligus membuat Real memimpin 2-1.

Sayangnya Robinho terlalu berlebihan dalam melakukan selebrasi gol itu. Wasit pun tidak memberinya ampun dan langsung mengeluarkan kartu merah, akibat akumulasi dua kartu kuning. Kepincangan kekuatan Real yang bermain dengan 10 orang itu, coba dimanfaatkan dengan baik oleh kubu Sevilla. Akan tetapi, di menit ke-83 jumlah pemain kembali berimbang setelah Aitor Ocio diganjar kartu merah karena dianggap telah menyikut Mohamadou Diarra.

Dua menit berselang, Real kembali memuaskan dahaga gol publik Bernabeu. Serangan balik cepat dengan dimotori oleh Guti langsung merangsek ke pertahanan Sevilla. Umpan jauh Guti berhasil dimaksimalkan oleh Sergio Ramos dengan tendangan keras kaki kanan.

Guliran bola deras Ramos masih bisa ditepis Palop. Akan tetapi, bola liar itu masih berada di depan gawang Sevilla, di mana Van Nistelrooy langsung menyambut bola tanggung itu dengan kepalanya. Real pun memimpin 3-1.

Bagi Van Nistelrooy, dua gol tambahan itu membuat dirinya kini sebagai pencetak gol terbanyak Liga Spanyol dengan 2- gol. Dia langsung melewati dua pemain sebelumnya yaitu Fredric Kanoute dan Diego Milito (Zaragoza) yang telah membuat 19 gol.

Sevilla bisa memperkecil ketertinggalan dua menit menjelang bubaran melalui tendangan bebas Javier Chevanton. [AP/F-4]


Last modified: 7/5/07