SUARA PEMBARUAN DAILY

Puting BeliungTerjang Lebak, 330 Rumah Rusak

[LEBAK] Bencana angin puting beliung yang menimpa lima desa di dua kecamatan di Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (6/5) pukul 15.00 WIB, menyebabkan 330 rumah dan bangunan rusak berat dan ringan. Lima desa yang tertimpa angin puting beliung itu antara lain Desa Pasir Kupa dan Cilangkap, Kecamatan Kalanganyar, serta Desa Kadu Agung Timur, Tambak Baya, dan Bojong Leles, Kecamatan Cibadak.

Kepala Bagian Sosial selaku Ketua Satuan Pelaksana (Satlak) Bencana Alam Kabupaten Lebak, Wawan Ruswandi, kepada SP, Minggu (6/5) menjelaskan, berdasarkan hasil pendataan di lapangan, sebanyak 17 rumah warga mengalami rusak berat dan beberapa di antaranya roboh, rata dengan tanah.

Sementara itu, sebanyak 311 rumah warga lainnya mengalami rusak ringan dan dua bangunan yakni satu bangunan masjid, satu gedung sekolah yakni SD Kadu Agung Timur 2, Kecamatan Cibadak, mengalami kerusakan cukup parah, akibat tertimpa pohon kelapa yang tumbang karena tertiup angin kencang tersebut.

Mendata

"Kami sudah melakukan pendataan secara langsung dan meninjau kondisi masyarakat yang tertimpa bencana angin puting beliung tersebut. Untung tidak ada korban jiwa manusia. Kami telah mendata semua rumah warga yang rusak dan bangunan untuk selanjutnya dijadikan acuan pendistribusian bantuan," ujarnya.

Dijelaskan, di Desa Cilangkap terdapat tiga rumah yang mengalami rusak berat dan 31 rumah warga rusak ringan. Sementara di Desa Pasir Kupa, sebanyak dua rumah yang mengalami rusak berat dan 58 rumah rusak ringan. Di Desa Kadu Agung Timur, 10 rumah rusak berat dan 123 rumah rusak ringan, serta satu gedung sekolah, SD Kadu Agung Timur 2 rusak tertimpa pohon kelapa.

Sementara di Desa Tambak Baya, sebanyak dua rumah yang mengalami rusak berat dan 59 rumah rusak ringan dan satu bangunan masjid juga mengalami kerusakan ringan. Di Desa Bojong Leles, sebanyak 40 rumah warga yang mengalami rusak ringan.

"Kami akan segera memberikan bantuan untuk memperbaiki rumah warga, dan juga memperbaiki masjid, serta gedung SD yang rusak akibat bencana tersebut. Warga tidak diungsikan ke tempat lain, tetapi tetap bertahan di kampungnya masing-masing, dan secara perlahan memperbaiki rumah mereka yang rusak," jelasnya.

Camat Cibadak, Budi kepada SP menjelaskan, gedung sekolah yang rusak itu tentu akan menyebabkan kegiatan belajar mengajar siswa SD akan terganggu. Karena itu, pihaknya akan meminta kepada pihak sekolah untuk melaksanakan belajar bergantian, sambil menunggu gedung yang rusak itu diperbaiki.

"Gedung SD yang rusak itu, memang gedung lama. Masih ada satu gedung lainnya yang bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar. Namun, siswa lainnya tidak mungkin melakukan kegiatan belajar mengajar, karena dua ruang kelas mengalami kerusakan. Karena itu mungkin diambil kebijakan untuk melakukan kegiatan belajar bergantian, yakni pagi dan siang," jelasnya.

Bencana angin puting beliung yang menimpa tiga desa di kecamatannya itu, tambahnya, berlangsung begitu singkat selama kurang lebih 30 menit. [149]


Last modified: 7/5/07