SUARA PEMBARUAN DAILY

Tugas untuk Rakyat

Andi Matalatta

ANDI Matalatta, nama yang tak pernah luput disebut setiap kali dibuka bursa calon menteri sejak 2002. Kali ini, nama itu tidak cuma sebagai aksesori, tapi dipastikan menjadi salah satu menteri setelah dipanggil Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ke kediaman pribadinya di Puri Cikeas, Bogor, Sabtu (5/5) malam.

Politisi kelahiran Bone, yang akan berusia 55 tahun pada 30 September itu, dikabarkan akan menggantikan posisi Hamid Awaludin, sebagai Menteri Hukum dan HAM. Presiden meminta Andi membenahi masalah hukum di negara ini.

Selain diminta menjelaskan visinya untuk menyelesaikan persoalan hukum, suami dari Andi Kusumawaty itu juga diminta memperbaiki pola hubungan antara pemerintah dengan lembaga-lembaga negara lainnya.

Ketika ditanya tentang kesediaannya menjadi anggota kabinet, Andi mengatakan, "sepanjang tugas-tugas itu mampu saya laksanakan, ukuran kemampuan saya adalah latar belakang pendidikan, latar belakang pengalaman, kalau itu mampu saya pikul, saya akan terima dengan senang hati. Karena ini selain sebagai kehormatan, ini juga adalah tugas untuk rakyat," tegasnya.

Ayah empat anak ini memulai kiprahnya di partai politik dengan menjadi anggota Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar Sulawesi Selatan (Sulsel), pada 1970, setelah menyelesaikan pendidikan di SMA Muhammadiyah Makassar, dan ke Fakultas Hukum Universitas Hassanuddin Makassar (1971-1976).

Mantan aktivis HMI yang mendapat gelar mahasiswa teladan se-Unhas pada 1976, yang melanjutkan studi pascasarjana di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (1982-1984) itu, juga menjadi anggota Dewan Penasihat Golkar Ujung Pandang, hingga 1984.

Andi yang sempat menjadi dosen Unhas, serta Plt Pembantu Rektor III Unhas Makassar (1981-1982) itu, menjadi anggota Dewan Penasihat Fraksi Karya Pembangunan DPR/MPR RI (1999-2004). [B-14/A-21]


Last modified: 7/5/07