SUARA PEMBARUAN DAILY

Larangan Kuliah Sabtu-Minggu

Masyarakat Harus Disadarkan

[JAKARTA] Surat edaran Dirjen Dikti Depdiknas yang melarang perkuliahan kelas jauh dan kuliah Sabtu-Minggu dari segi niatan memang cukup baik. Sayangnya, surat edaran semacam itu tidak memadai untuk menghapus praktik-praktik perkuliahan yang memudahkan kelulusan peserta didik. Pembuatan surat edaran hanya langkah birokratis tanpa memecahkan persoalan sebenarnya.

Demikian disampaikan pengamat pendidikan Winarno Surakhmad ketika dihubungi SP di Jakarta, Senin (7/5). Dijelaskan Winarno, sebenarnya pemecahan yang harus dilakukan harus bersifat jangka panjang dan diperlukan kerja keras dari pihak pemerintah sendiri.

"Pemecahannya adalah pembinaan yang tidak bisa sekali dua kali. Universitas dan masyarakat harus disadarkan bahwa cara-cara seperti itu tidak ada gunanya. Orang-orang di Depdiknas juga harus sadar, saya rasa tidak semua orang di direktorat pendidikan tinggi mengerti bagaimana fungsi pendidikan tinggi," katanya.

Lebih lanjut dia menjelaskan bahwa sebenarnya bukan kelas jauh yang harus diperhatikan pemerintah, tetapi bagaimana menjamin semua proses pendidikan berjalan dengan benar. Di luar negeri, kelas jauh sama sekali tidak menjadi masalah. Dengan hanya melarang kelas jauh tanpa melakukan pembinaan, dia meragukan praktik kelas jauh dapat dihentikan.

Menurut dia, model kelas jauh sebenarnya tidak masalah mengingat dukungan teknologi yang sekarang ada. Di negara- negara maju, kelas jauh ada dan lulusannya pun bagus.

Sementara itu, secara terpisah mantan Rektor Universitas Katolik Yogyakarta Slamet Sarwono mengaku pihaknya menyambut positif surat edaran itu. Meski kelas jauh dan kelas Sabtu-Minggu sesuatu yang wajar di luar negeri, tetapi di Indonesia banyak disalahgunakan. [A-22]


Last modified: 7/5/07