SUARA PEMBARUAN DAILY

Tentara Asing Intimidasi Pemilih Timor Leste

[DILI] Partai Fretilin menuding pasukan perdamaian (ISF/International Stabilisation Force) mengintimidasi warga Timor Leste menjelang pemilihan presiden putaran kedua. Fretilin yakin cara itu dilakukan untuk memenangkan calon tertentu menjelang putaran kedua pemilihan presiden pada Rabu (9/5).

Menurut Fretilin, intimidasi sejumlah tentara Australia yang tergabung dalam pasukan perdamaian itu dilakukan dengan menghalangi kampanye pendukung calon presiden tertentu.

"Timor Leste adalah negara berdaulat. Jangan memperpanjang lagi keberadaan pasukan asing. ISF seharusnya tidak menakutkan dan mengintimidasi seluruh proses pemilihan umum yang damai," kata Jose Teixeira dari Partai Fretilin, Minggu (6/5).

Tentara dan pasukan asing ditempatkan di Timor Leste menyusul konflik dan kericuhan warga pada pertengahan tahun lalu. Sebanyak 37 orang tewas dan menyebabkan 150.000 orang mengungsi ke daerah-daerah yang lebih aman.

Kehadiran pasukan perdamaian itu dipertahankan hingga proses pemilihan presiden tuntas. Kandidat Partai Fretilin, Francisco Guterres dan rivalnya mantan Perdana Menteri Jose Ramos-Horta akan berlaga pada putaran kedua nanti. Mereka berhasil mengungguli 10 kandidat lain pada putaran pertama 9 April lalu.

Guterres meminta para pendukungnya untuk tetap tenang jika dia kalah dalam pemilu nanti. Berbagai kalangan mengkhawatirkan hasil pemilu putaran kedua tersebut akan memicu sebuah konflik baru. "Jika hasil penghitungan suara keluar, setiap orang harus menerima suara tersebut," kata Guterres.

Sementara itu, Horta menyatakan keyakinannya akan memperoleh suara sebanyak 80 persen dalam putaran kedua nanti. Menurut Horta, kemenangan itu akan membantu menstabilkan negara tersebut. Horta dan para pendukungnya sangat yakin akan memenangi pemilihan kali ini.

Sedangkan Fretilin menilai, intimidasi yang dilakukan sejumlah pasukan perdamaian itu terkait dengan dukungan Australia terhadap Horta. "Kami tidak yakin kalau tidak ada kaitan antara 'tindakan pasukan perdamaian dan pemerintah Australia' yang mendukung Ramos Horta," kata Teixeira yang juga Menteri Pertambangan dan Perminyakan Timor Leste.

Intimidasi yang dimaksud Teixeira adalah gangguan pada dua kampanye Fretilin di Ainaro. Ketika itu sebuah helikopter milik pasukan asing mendarat sangat dekat dengan kerumunan massa yang hadir dalam kampanye capres Fretilin itu.

Fretilin juga sudah mengirimkan surat protes kepada pemimpin tentara Australia Brigjen Mal Rerden. Protes tersebut belum ditanggapi Rerden namun dia mengatakan, kehadiran pasukan Australia atas undangan pemerintah Timor Leste. [AP/AFP/H-12]


Last modified: 7/5/07