SUARA PEMBARUAN DAILY

Perkebunan Sawit Butuh 341.000 Tenaga Kerja

[JAKARTA] Indonesia diproyeksikan menjadi produsen komoditas kelapa sawit terbesar di dunia. Sedikitnya, dibutuhkan 341.000 tenaga kerja untuk mendukung program revitalisasi perkebunan kelapa sawit hingga tahun 2011. Mereka akan ditempatkan di perkebunan kelapa sawit swasta, baik on farm (perkebunan) maupun off farm (industri pengolahan).

Berkaitan dengan itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) Pertanian Departemen Pertanian Ato Suprapto, di Jakarta, Sabtu (5/5), mengatakan, pemerintah siap merekrut sarjana yang masih menganggur untuk mengikuti pelatihan atau magang di perkebunan sawit dan industri pengolahannya dengan anggaran dari APBN.

"Selama ini pengusaha selalu mengeluh karena sarjana pertanian tidak siap pakai untuk bekerja di perkebunan maupun di industrinya, sehingga mereka kesulitan mendapatkan tenaga kerja sesuai yang diinginkan. Kami siap merekrut dan melatih para sarjana untuk perkebunan sawit tahun ini juga," ujar Ato.

Dia mengungkapkan, saat ini ada 37,168 juta tenaga kerja yang masih menganggur, terdiri dari yang tidak bersekolah dan lulusan SD 18,5 juta, tamatan SMP sekitar 6,1 juta, setingkat SMA 2,06 juta, dan lulusan perguruan tinggi sebanyak 78.000. Sedangkan target utama perekrutan untuk pengembangan kelapa sawit adalah sarjana yang masih menganggur.

Program pelatihan SDM perkebunan kelapa sawit, Ato menjelaskan, merupakan kerja sama Departemen Pertanian (Deptan), Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Depnakertrans), Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas), dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki).

Di perkebunan dan industri kelapa sawit, diakui, Indonesia masih nomor dua di bawah Malaysia . Untuk menjadi produsen kelapa sawit terbesar di dunia, Indonesia akan menambah lahan perkebunan kelapa sawit seluas 3,5 juta hektare dan harus terealisasi paling lambat tahun 2011. [S-26]


Last modified: 7/5/07