SUARA PEMBARUAN DAILY

AC Milan Tak Gentar Dikepung Trio Inggris

Pemain Bayern Muenchen Roy Makaay (kiri) berduel dengan pemain AC Milan Alessandro Nesta dalam pertandingan Liga Champions di Muenchen, Jerman, Rabu (11/4). [AP /Uwe Lein]

[LONDON] Klub raksasa Italia, AC Milan tak gentar meskipun keberadaannya di semifinal Liga Champions dikepung oleh trio tim Inggris, Chelsea, Manchester United (MU), dan Liverpool.

Bahkan, seperti yang ditegaskan pelatih Milan Carlo Ancelotti, timnya justru termotivasi untuk melakukan yang terbaik, yaitu menghancurkan ambisi Inggris untuk bisa menghadirkan partai sesama tim Inggris dalam babak final Liga Champions di Kota Athena, Yunani, 23 Mei mendatang.

"Kami memang belum bermain bagus saat mengalahkan Bayern Muenchen (Jerman) 2-0 di Kota Muenchen, Rabu (11/4). Namun, hal itu bisa memotivasi kami untuk melakukan yang terbaik pada pertandingan semifinal, di mana kami akan bertemu dengan tim kuat lainnya, Manchester United," kata Ancelotti.

Milan yang sebelumnya berada di ujung tanduk setelah dalam pertandingan perempat final pertama di Stadion San Siro, Milan, Italia, pekan lalu, ditahan imbang 2-2 oleh Muenchen, justru mampu tampil agresif dan taktis saat bermain di partai kedua di Stadion Allianz Arena, Muenchen, Jerman, Rabu (11/4) malam waktu setempat, atau Kamis (12/4) dini hari WIB.

Berkat penampilan tersebut, Milan akhirnya mempermalukan Bayern di hadapan sekitar 66.000 penonton dengan hasil 2-0. Dengan demikian keseluruhan kemenangan Milan adalah 4-2. Clarence Seedorf dan Filippo Inzaghi menjadi bintang kemenangan Milan lewat golnya di menit ke-27 dan 31.

Di semifinal yang akan dimainkan Selasa mendatang, Milan akan lebih dulu bertandang ke markas MU di Stadion Old Trafford. Mengenai pertemuan dengan MU tersebut, Ancelotti menjelaskan, timnya merasa mendapat keuntungan dengan melewati pertandingan tandang lebih dahulu.

"Kami dan semua orang tahu bahwa Manchester United adalah tim yang hebat. Mereka punya daya dobrak pertahanan lawan dengan kecepatan yang luar biasa. Selain itu, sektor belakang mereka juga sangat kuat. Dibanding Muenchen, kualitas yang dimiliki Manchester United lebih baik. Akan tetapi, kami tidak takut karena sebelumnya Milan dua kali mengalahkan mereka," ucap Ancelotti.

Ujian Berat

Di mata pelatih Muenchen Ottmar Hitzfeld, permainan Milan di saat menghantam timnya 2-0 luar biasa. Menurut dia, hari itu Milan bermain sangat bagus. "Manchester United benar-benar akan mendapat ujian yang berat dari Milan dalam pertandingan nanti," ujarnya.

Selain Milan melawan MU, partai semifinal juga akan diwarnai pertandingan antara sesama dua tim Inggris, Chelsea dam Liverpool. Liverpool menjadi tim ketiga yang melengkapi dominasi Inggris di babak semifinal setelah menghempaskan PSV Eindhoven (Belanda) dengan hasil keseluruhan 4-0. Setelah menang 3-0 di pertandingan pertama, Liverpool memuluskan langkah ke babak empat besar dengan mengalahkan PSV 1-0 di Stadion Anfield, Liverpool, Rabu (11/4). Gol tunggal kemenangan Liverpool dicetak penyerang Peter Crouch di menit ke- 67.

Bagi kedua tim, pertemuan mereka di Liga Champions kali ini adalah kali keduanya. Pada Liga Champions 2005, mereka sudah saling berlaga di babak semifinal dan pertandingan pun berakhir manis untuk Liverpool yang akhirnya menjadi juara.

Dengan lolosnya tiga tim Inggris, Chelsea, MU dan Liverpool ke semifinal, maka peristiwa Liga Champions 2000 dan 2003 terulang kembali.

Pada 2000, wajah semifinal Liga Champions didominasi oleh hadirnya tiga tim Spanyol, Barcelona, Real Madrid dan Valencia, sedangkan satu tim lagi adalah Muenchen. Dan saat itu, gelar juaranya disandang Real Madrid yang mengalahkan Valencia di partai final.

Sementara pada 2003, trio tim Italia, AC Milan, Juventus dan Inter Milan yang mendominasi arena semifinal. Satu kontestan lainnya adalah Real Madrid. Dan, tim yang meraih gelar juara adalah Milan setelah dalam final mengalahkan Juventus 3-2 melalui adu penalti. [AP/F-4]


Last modified: 12/4/07