SUARA PEMBARUAN DAILY

Christo Tumbangkan Febi

Petenis DKI Jakarta, Christopher Rungkat mengembalikan bola saat menghadapi petenis Jawa Tengah, Prima Simpatiaji di turnemen tenis Palazzo Terbuka di Jakarta, Kamis (12/4). Prima untuk sementara unggul 7-6. [Pembaruan/Ignatius Liliek]

[JAKARTA] Kejutan demi kejutan mulai mewarnai turnamen tenis Palazzo Terbuka 2007, Rabu (14/4). Pemain muda masa depan Indonesia, Christopher Rungkat menumbangkan unggulan ke-16 Febi Widhiyanto. Di bagian putri, Laili Rahmawati menghadang unggulan lima, Beatrice Gumulya.

Christopher yang baru pulang dari Kuwait membela tim Piala Davis Indonesia menundukkan sesama petenis DKI, Febi dua set langsung 6-2, 6-3 dalam pertarungan babak kedua turnamen berhadiah total Rp 250 juta itu. Laili (DKI) menghentikan Beatrice (Kaltim) 6-4, 1-6, 6-1.

Di pertandingan lainnya yang dilaksanakan di Hotel Sultan, Jakarta, Suhendar Dinata yang akrab dipanggil Dede mengalahkan pemain senior dan unggulan ke-13 Sulistyo Wibowo (Jabar) 7-6 (8-6), 6-2. Kahar (Jabar) menjegal unggulan delapan Sandy Purnomo (DIY) 3-6, 6-1, 6-2, sedangkan Edy (Sumut) mengatasi unggulan ke-15 yang kapten dan pelatih tim Piala Davis Indonesia, Bonit Wiryawan (Jatim) 6-4, 6-4.

"Saya sebenarnya tidak menyangka bisa menang. Karena kondisi saya belum pulih dari sakit panas ketika berada di Kuwait. Tadi saya nothing to lose saja," ujar Christopher setelah sukses membalas kekalahannya dari Febi saat tampil di turnamen Cigna Terbuka, Februari lalu.

Christo, panggilannya, melihat Febi tidak tampil seperti biasanya. Mantan petenis nomor satu Indonesia itu, katanya, banyak melakukan kesalahan sendiri. Namun dia tidak mengetahui kenapa Febi demikian.

Kemenangan itu mengantar Christo bertemu unggulan utama Prima Simpatiaji (Jateng) di babak kedua, Kamis ini. Prima tanpa kesulitan mengatasi M Noor Iman (Jatim) 6-0, 6-3.

"Lawan Prima saya low profile saja. Yang penting saya berusaha main baik. Ini pertemuan saya yang kedua dengan dia. Pada pertemuan pertama saya kalah," ungkap Christo.

Sedangkan Laili menjadi satu-satunya pemain yang mampu membuat kejutan di bagian putri. Dia tidak mengira bisa membuat kejutan.

"Bayangkan saja, saya bawa baju pas-pasan. Namun ketika menang di set pertama maka saya merasa ada kesempatan untuk menang. Set kedua saya agak lengah. Namun di set ketiga saya mati-matian," ujar Laili yang selanjutnya bertemu unggulan utama Ayu Fani Damayanti (DKI) yang menang 6-0, 6-1 atas Priscilla Anggreny (Jatim). [W-11]


Last modified: 12/4/07