SUARA PEMBARUAN DAILY

Nasihat Tidak Hanya dari Wantimpres

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyalami Ali Alatas, salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), seusai pelantikan, di Istana Negara, Jakarta, Rabu (11/4). [Pembaruan/YC Kurniantoro]

[JAKARTA] Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan, nasihat dan saran atau masukan yang diterimanya datang dari berbagai pihak, mulai dari Wakil Presiden, para menteri, gubernur dan bupati/walikota.

"Namun bagaimana pun nasihat, pandangan dan pertimbangan Wantimpres tetap diperlukan untuk membulatkan semua keputusan, kebijakan dan langkah tindakan yang kita ambil," kata Presiden dalam sambutannya seusai melantik sembilan Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), di Istana Negara, Rabu (11/4).

Pelantikan Wantimpres seharusnya berlangsung pada Selasa (10/4), namun ditunda sehari karena satu orang berhalangan hadir. Sebelumnya menurut Juru bicara Kepresidenan Andi A Mallarangeng, satu anggota Wantimpres tersebut masih di luar negeri, tanpa menyebut siapa yang dimaksud. Namun, Rabu kemarin sembilan anggota Wantimpres hadir, yakni Adnan Buyung Nasution (bidang hukum), Ali Alatas (luar negeri), Emil Salim (lingkungan), KH Ma'ruf Amin (agama), Rachmawati Soekarnoputri (politik), Radi Abdul Gani (pertanian), Sjahrir (ekonomi), Subur Budhi Santoso (sosial budaya), dan TB Silalahi (hankam).

Presiden berharap, Wantimpres dapat memberikan kontribusi atas berbagai pengambilan keputusan, penetapan kebijakan dan tindakan pemerintah, terutama yang lebih bersifat strategis dan fundamental. "Tentu saja sebagaimana yang berlangsung selama ini saya juga menerima pandangan dan pertimbangan dari Wapres, menerima saran dan masukan dari para menteri bahkan para gubernur, kepala daerah dari seluruh Indonesia," katanya.

Perangkat Presiden

Sementara itu Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Yusril Ihza Mahendra menjawab soal nasihat Wantimpres yang tidak boleh dipublikasikan, lebih karena lembaga ini tidak lagi se- perti Dewan Pertimbangan Agung (DPA) di masa lalu. Wantimpres bukan lembaga negara dan akan menjadi perangkat presiden dan bekerja di bawah presiden.

Nasihat yang diberikannya pun langsung disampaikan pada presiden. Justru, kata Yusril, akan menimbulkan persoalan, bahkan persoalan politik jika nasihat yang diberikan diketahui publik. Selain itu, nasihat dari Wantimpres tidak mengikat.

Menurut anggota Wantimpres Adnan Buyung Nasution, memang suatu kerugian besar bagi dirinya yang biasa menyampaikan pikiran dan perasaannya kepada publik. Namun sebagai anggota Wantimpres, ada aturan atau tata cara yang harus dihargainya. [Y-3]


Last modified: 12/4/07