SUARA PEMBARUAN DAILY

Polisi Siap Amankan Pilkada DKI

Latihan pengamanan Pilkada DKI Jakarta [Pembaruan/Ignatius Liliek]

Guna mengamankan pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta, Polda Metro Jaya pun mulai berbenah. Sebanyak 2.600 anggota Brimob disiapkan untuk meningkatkan pengamanan di Ibukota dan sekitarnya. Kesiapan anggota pengamanan Pilkada ini dilakukan dalam gelar pasukan yang dipimpin Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Adang Firman, di lapangan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (12/4) pagi.

Gelar satuan elite Polri tersebut dilakukan untuk mengecek kesiapan mereka dalam menjaga keamanan di Ibukota menjelang Pilkada Agustus mendatang. Hal ini dianggap penting karena Pilkada tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah jajaran Polda Metro Jaya.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Ketut Untung Yoga Ana, didampingi Komandan Brimob Polda Metro Jaya Kombes Pol Rum Murkal dalam percakapan dengan Pembaruan, di Jakarta, Kamis pagi mengatakan, gelar pasukan ribuan anggota Brimob tersebut memang dilaksanakan secara rutin tiga bulan sekali. Hal ini merupakan bagian dari penyegaran kinerja anggota dalam meningkatkan kualitas tugas di lapangan.

Menurut Ketut, sesuai posisi Brimob terutama membantu pelaksanaan tugas pengamanan terhadap berbagai bentuk aksi kejahatan atau peristiwa meresahkan lainnya yang mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat.

Juru bicara Polda Metro Jaya itu mengatakan, Satuan Brimob Polda Metro Jaya selama ini juga kerap dilibatkan dalam berbagai tugas pengamanan misalnya, mengantisipasi gangguan kriminalitas menonjol di Jakarta seperti mobilitas kejahatan konvensional (perampokan, pencurian, penculikan) serta mengantisipasi kejahatan transnasional (terorisme, narkotika, dan perdagangan orang).

Gejolak Sembako

Di sisi lain, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) DKI Jakarta, mengkhawatirkan terjadinya gejolak harga sembilan bahan pokok (sembako) menjelang Pilkada. Sebagai antisipasinya, Dinas Perindag DKI pun mulai memperbesar cadangan atau stok sembako untuk DKI Jakarta. Menurut Wakil Kepala Dinas Perindag DKI, Harliman, cadangan sembako, Kamis (12/4) ini cukup untuk 20-25 hari ke depan.

Cadangan beras di Pa-sar Induk Beras Cipinang (PIBC) misalnya, saat ini terdapat stok sebesar 60.767 ton beras. Dengan kebutuhan harian maksimum 3.000 ton, maka stok itu cukup untuk 20 hari.

Namun awal pekan depan, jumlah stok akan meningkat seiring dengan masuknya beras dari berbagai daerah yang sudah melakukan panen raya. Sementara itu stok gula pasir saat ini mencapai 22.505 ton atau cukup untuk 40 hari, da-ging 939,6 ton (18 hari), dan minyak goreng 22.505 ton (60 hari).

Menurut Harliman, pengadaan stok juga dilakukan dengan cara lelang untuk menekan harga. "Lelang akan dilakukan sembilan kali dalam bulan ini meliputi 48 jenis komoditas," ujarnya. Selain menekan harga, lelang juga untuk mengontrol kualitas barang yang dipsarakan di DKI.

Meningkatnya jumlah stok sembako di DKI Jakarta membuat harga beberapa sembako di sejumlah pasar di DKI Jakarta mulai turun. Beras misalnya, di PIBC turun sekitar Rp 800 - Rp 1.000 per kilogram. Beras IR 64 kelas III misalnya di jual dengan Rp 4.200 per kg. Diharapkan pekan depan harganya turun menjadi Rp 4.000 per kg. Dari pantauan Pembaruan di sejumlah warung di Jakarta Timur, harga beras jenis tersebut saat ini dijual dengan harga Rp 4.600 - Rp 4.700 per kg.

Menurut para pemilik warung, harga beras masih cukup tinggi karena mereka masih menjual beras dari stok lama. Diperkirakan pekan depan harga sudah mulai turun ke kisaran Rp 4.300 di tingkat pengecer. Sementara itu harga gula pasir di tingkat pengecer saat ini sekitar Rp 7.200 per kg, minyak curah Rp 7.200 per kg, telur ayam broiler Rp 9.300 per kg, dan cabe merah Rp 12.000 per kg. [L-11/G-5]


Last modified: 12/4/07