SUARA PEMBARUAN DAILY

Pertanian di Bali Tak Dapat Perhatian

[KARANGASEM] Keindahan wilayah Bali, serta budaya yang membuatnya menjadi salah satu daerah tujuan wisata internasional, mengakibatkan pertanian tidak lagi mendapat cukup perhatian.

Harga pupuk mahal, stoknya juga sulit, tapi tidak ada upaya untuk membantu para petani dalam pengadaan pupuk, apalagi soal harga. Beras juga harganya mahal sekarang, tapi petani sendiri kesulitan menjual hasil pertanian, kata Wayan Suyase, Kepala Dusun Wangsian, Sedaman, Karangasem, Bali, Rabu (11/4).

Keluhan senada juga diungkapkan puluhan kepala dusun lainnya yang ada di Kecamatan Sedaman, dalam acara pertemuan masyarakat dengan anggota DPD RI asal Bali

Wayan Sudirta. Para kepala dusun dan masyarakat yang hadir, menyayangkan minimnya perhatian pemerintah daerah (pemda) Bali.

Wakil Sekretaris Koalisi Rakyat Untuk Demokrasi (Kordem) Bali, Wawan Edi Prasetyo, menyebut dua kali peristiwa peledakan bom di Bali, telah menyebabkan

sektor pariwisata di Bali terpuruk. Perhatian pemda Bali pada upaya pemulihan pariwisata diakuinya sangat besar, dilihat dari pengalokasian anggaran.

Dulu di Bali cari uang mudah, ujarnya. Meningkatnya kesejahteraan masyarakat Bali dari sektor pariwisata, ditambah lagi budaya yang dikenalkan para turis mancanegara yang datang ke Bali, ikut mempengaruhi gaya hidup sebagian masyarakat Bali.

Pariwisata Terpuruk

Kurang diperhatikannya sektor lain, membuat terpuruknya pariwisata yang berdampak besar pada industri besar dan kecil yang terkait dengan pariwisata Bali, memberi pengaruh yang besar terhadap kondisi perekonomian masyarakat Bali sekarang ini.

Kini angka pengangguran meningkat di Bali, seiring tepuruknya pariwisata. Hal itu membuat angka putus sekolah di Bali juga semakin tinggi. Bahkan sekarang yang terjadi, peningkatan kasus bunuh diri pelajar, tandasnya.

Kesulitan ekonomi, ditengarai menjadi penyebab munculnya keputusasaan.

Pendapat masyarakat dalam pertemuan sendiri bergulir, hingga wacana pemilihan gubernur Bali pada 2008. "Kami ingin kepala daerah yang juga memperhatikan masalah pertanian, kata Suyase, yang diamini para kepala dusun lainnya.

Mantan Camat Sedaman, I Ketut Sudimbya, yang hadir pada pertemuan itu juga mendorong Wayan Sudirta untuk maju dalam pencalonan. "Pak Sudirta adalah orang Bali asal Karangasem, yang pasti mengerti persoalan. Orang Bali, yang pasti Karangasem, pasti mendukung penuh kalau Pak Sudirta maju," ucapnya. [B-14/Ant]


Last modified: 11/4/07