SUARA PEMBARUAN DAILY

Laporan "Pembaruan" dari Timor Leste

Antusiasme Ikuti Pilpres Rendah

Tentara Australia berpatroli di Kota Dili, Timor Leste, Jumat (6/4), menjelang pemilihan presiden pada Senin (9/4). [Pembaruan/Alex Madji]

[DILI] Situasi di Kota Dili, Timor Leste, terlihat aman dan tenang menjelang pemilihan presiden (pilpres), Senin (9/4). Masyarakat negara itu tidak terlalu antusias terhadap pemilihan presiden tersebut.

Wartawan Pembaruan Alex Madji melaporkan dari Dili, Sabtu (7/4) pagi, sejumlah warga mengatakan, sikap seperti itu muncul karena pemerintahan sekarang, yang dipilih pada Pemilu 2002, ternyata tidak membuat rakyat Timor Leste menjadi lebih sejahtera. Mereka sangsi, siapa pun yang terpilih dalam pemilu nanti tetap tidak membawa perubahan bagi kesejahteraan rakyat.

Julio, sopir taksi, mengatakan, kemungkinan tidak terlalu banyak warga yang akan menggunakan hak pilihnya pada pilpres kali ini. Menurut dia, rendahnya antusiasme masyarakat akibat kondisi ekonomi yang tidak kunjung membaik sejak merdeka dari Indonesia delapan tahun lalu. Bahkan, dia mengaku, saat masih bergabung dengan Indonesia, kondisi Timor Leste jauh lebih baik.

Beberapa sopir taksi lainnya yang ditemui di Bandara Internasional Presiden Nicolao Lobato Dili, Jumat, juga bersikap "dingin" saat ditanya tentang pilpres pekan depan. Mereka menjawab, "Tidak tahu," saat ditanya tentang calon presiden yang akan dipilih. "Kami masyarakat kecil, tidak tahu apa-apa. Kami tinggal tusuk saja," ujar seorang sopir taksi.

Anggota Komisi Pemilihan Umum Timor Leste, Arif Abdullah Sagran mengatakan, dapat memahami sikap sebagian masyarakat yang kurang antusias terhadap pilpres. Dia berharap, presiden hasil pemilu bisa membawa Timor Leste keluar dari krisis ekonomi. Dia mengimbau agar semua pemilih, yang berjumlah 522.933 orang, menggunakan hak pilihnya.

"Masyarakat harus memilih orang yang tepat, yang tidak mudah tunduk pada pengaruh kekuatan asing. Masalah Timor Leste akan selesai kalau ditangani oleh putra-putri Timor Leste sendiri," katanya.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon menyerukan kepada seluruh partai politik di Timor Leste untuk berpartisipasi dalam menciptakan pemilihan damai, bebas dan adil. "Saya berharap pemilu berjalan bebas, adil, dan transparan. Saya harap mereka menghindari kekerasan dan intimidasi serta menerima hasil akhir nanti," kata Ban seperti dikutip kantor berita AFP.

Situasi Aman

Sepanjang Jumat hingga Sabtu situasi di Kota Dili aman dan tenang. Jumat adalah hari terakhir kampanye yang dimulai sejak 23 Maret. Tidak terjadi lagi bentrokan antara pendukung calon presiden seperti beberapa hari sebelumnya.

Pada Sabtu pagi tidak tampak kerumunan orang yang mencolok kecuali di beberapa sudut kota anak-anak muda duduk-duduk di pinggir jalan. Suasana itu berlangsung karena Timor Leste memasuki masa tenang. [H-12]


Last modified: 7/4/07