[SURABAYA] Mutiara Bandung gagal mengawinkan gelar juara babak kualifikasi pada Djarum Superliga Badminton Indonesia 2007 dalam pertandingan final di GOR Sudirman, Surabaya, Jumat (6/4) malam. Tiga tempat yang tersisa di babak utama masih menjadi milik tim dari Jawa. Beberapa tim dari luar Jawa yang mengikuti babak kualifikasi, belum mampu bersaing.
Tim putra Mutiara Bandung berhasil keluar sebagai juara setelah mengalahkan Musica Champions Kudus dengan skor 3-1, sementara tim putri Mutiara Bandung harus mengakui keunggulan Ratih Banten 1-3.
Ratih Banten memiliki kemampuan lebih baik, karena diperkuat pemain putri asal Jepang, Miyaso Nao. Miyaso mengalahkan tunggal putri andalan Mutiara Atu Rosalia 18-21, 21-9, 21-16. Bahkan Miyaso juga menyumbangkan poin kemenangan setelah berpasangan dengan Dede Hasanah menundukkan pasangan Devi Sukma/Atu Rosilna 16-21, 21-12, 21-12. Satu angka kemenangan lainnya pasangan Indrati/Henny Budiman melawan Ayu Rahmasari/Dwi Agustiawati 21-13, 24-22. Mutiara hanya mendapatkan satu kemenangan melalui Sandrawati yang menundukkan Hanny Setiana 21-18, 21-18. Sekalipun hanya menduduki peringkat kedua kualifikasi, Mutiara Bandung lolos ke babak utama yang akan digelar di Jakarta, Juli mendatang.
Tim putra Mutiara Bandung dan Musica Champions Kudus bersama peringkat ketiga Ratih Banten berhak masuk ke babak utama bersama-sama lima tim lainnya, Jaya Raya, Suryanaga, Djarum Kudus, Tangkas Jakarta, SGS Bandung. Ratih Banten berhak ke babak utama setelah menduduki peringkat ketiga.
Sementara tiga tim putri yang lolos ke babak utama, Ratih Banten, Mutiara Bandung, dan Bina Bangsa Jakarta. Ketiga tim ini mendampingi lima tim yang langsung lolos ke babak utama, Jaya Raya Jakarta, Suryanaga Surabaya, Djarum Kudus, Tangkas Jakarta, SGS Bandung.
Dengan delapan tim yang sudah memastikan diri ke babak utama, berarti tidak ada satu wakil pun dari luar Jawa yang berlaga di kejuaraan yang menyediakan hadiah Rp 900 tersebut. Sebelumnya, ada beberapa tim luar Jawa yang berlaga di babak kualifikasi, seperti South Suco Makassar, Randik Palembang, BPKD Kutai Kartanegara.
Ketua Panitia Jacob Rusdianto kepada Pembaruan menjelaskan, semua peserta babak utama akan mendapatkan bantuan sebesar Rp 25 juta. "Terserah apakah untuk membayar match fee pemain asing yang akan dikontraknya, ataukah untuk keperluan lainnya," katanya.
Dikatakan, sekalipun tidak ada kewajiban bagi peserta babak utama untuk memakai pemain asing, dengan hadirnya sejumlah pemain asing, bisa menambah kekuatan tim serta meramaikan pertandingan.
"Untuk event yang sama tahun depan, akan kita evaluasi mengenai peringkat pemain dalam negeri maupun lokal, wajib atau sukarela memakai pemain asing. Ini hanya langkah awal yang harus lebih banyak pembenahan untuk kejuaraan berikutnya," kata Yacob. [029/W-11]