SUARA PEMBARUAN DAILY

GP F-1 Malaysia, Balapan Terpanas di Dunia

Pembalap tim McLaren asal Spanyol, Fernando Alonso melakukan latihan kedua pada balap Formula1 di Sirkuit Sepang, Malaysia, Sabtu (7/4) pagi. Lomba akan digelar Minggu (8/4). [AFP/Teh Eng Koon]

Sirkuit Sepang yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan Grand Prix Formula Satu (F-1) di Malaysia, dikenal sebagai ajang balapan terpanas di dunia. Yang panas bukan saja karena atmosfir persaingan antarpembalap, tetapi juga suhu udara di sana. Bayangkan, suhu udara di luar lintasan mencapai 40 derajat celcius dengan kelembaban 95 persen. Hal itu menyebabkan penonton yang datang menyaksikan GP F-1 di Sepang pasti dengan mudah mengucurkan keringat yang membasahi sekujur tubuhnya.

Bagaimana dengan suhu udara di lintasan? Lebih parah. Pada balapan di bawah sinar matahari yang terik, suhu udara di lintasan dapat meningkat hingga mencapai 60 derajat Celcius. Suhu udara di dalam kokpit pembalap bahkan lebih panas, mencapai 70 derajat Celcius. Apalagi balapan di Sepang berlangsung sebanyak 56 putaran. Di perkirakan, balapan akan berlangsung hampir dua jam.

Balapan dalam kondisi seperti ini, rata-rata pembalap kehilangan cairan di tubuhnya hingga 3,5 liter. Berat tubuh mereka juga pasti berkurang hingga empat persen. Berat tubuh pembalap andalan tim Ferrari, Kimi Raikkonen yang 64 kg akan turun menjadi 61,44 kg setelah balapan di Sepang. Jika pembalap tak dibekali dengan stamina fisik yang prima, mereka akan mudah mengalami dehidrasi. Dan, apabila itu terjadi, pembalap dipastikan kehilangan konsentrasinya dan dapat membahayakan keselamatannya.

Kebugaran fisik mutlak diperlukan pembalap. Bahkan pembalap dengan talenta hebat sekalipun, tanpa dibekali kebugaran fisik yang prima tak akan mampu tampil maksimal pada balapan sepanas di Sepang. Selain kehilangan cairan tubuh, selama balapan pembalap akan mendapat serangan daya tekan gravitasi yang mencapai lima kali dari berat tubuhnya. Daya tekan itu bakal dirasakan pembalap saat melakukan pengereman di lintasan kencang dan di tikungan super cepat

Selain stamina, denyut nadi (pulse) pembalap juga menjadi acuan sebelum turun ke lintasan Sepang. Pembalap yang punya denyut nadi rendah dinilai dapat mengatasi situasi panas di saat balapan karena mereka dapat terhindar dari stres dibandingkan dengan yang denyut nadinya tinggi.

Biasanya dalam menghadapi balapan panas di Sepang, pembalap minum air mineral dan minuman khusus berenergi lebih banyak dari biasanya. Hal itu mereka lakukan sebelum balapan dimulai. Saat balapan pun, pembalap dapat minum dengan memencet tombol yang terletak di setir mereka masing-masing. "Saat balapan di Malaysia, kami minum lebih dari biasanya. Sementara jika balapan berlangsung di Monza (Italia) atau di Spa (Belgia) saya cukup dengan hanya minum secangkir teh sebelum balapan," ujar pembalap tim Williams, Mark Webber mengomentari panasnya balapan di Malaysia. [Dari berbagai sumber/L-9]


Last modified: 7/4/07