SUARA PEMBARUAN DAILY

Tentara Inggris Mengaku Diintimidasi

Tentara Angkatan Laut Inggris, Letnan Felix Carman berfoto bersama ibu dan ayahnya seusai jumpa pers di Markat AL Inggris Chivenor di Devon, baratdaya Inggris, Jumat (6/4). Carman adalah salah satu dari 15 tentara Inggris yang ditahan Iran pada 23 Maret lalu. [AFP/Ben Stansall]

[DEVON] Krisis antara Iran dan Inggris tampaknya belum akan berakhir meski 15 anggota Angkatan Laut Inggris telah dibebaskan. Para tentara itu mengaku diintimidasi dan dieksploitasi oleh Iran selama ditahan.

Dalam pernyataan bersama di Markas Angkatan Laut Inggris Chivenor di Devon, Jumat (6/4), para tentara mengaku diborgol dan matanya ditutup saat ditahan Iran. Menurut mereka, perlakuan seperti itu merupakan bagian dari intimidasi.

Mereka mengaku khawatir akan keselamatan jiwa jika terlalu bersikap melawan. Teheran juga disebutkan telah mengancam akan memenjarakan mereka selama tujuh tahun jika tidak mengakui berada di perairan Iran.

Salah satu tentara yang ditahan, Letnan Felix Carman menuturkan, intimidasi dilakukan agar mereka mengaku. Tentara lain, Joe Tindell (21 tahun) bahkan sempat berpikir kalau mereka akan dieksekusi

"Isolasi adalah bagian terbesar dari permainan psikologis dan emosional. Saat pertama ditahan, tangan kami diborgol, mata ditutup, dan terdengar kokangan senjata di belakang," kata Carman.

Pada hari kedua, mereka dibawa ke Teheran dan dimasukkan ke dalam penjara. "Kami dilucuti dan disuruh memakai piyama. Lalu dimasukkan ke dalam penjara batu berukuran 2,5 kali 2 meter, dan tidur di atas tumpukan selimut. Kami diisolasi," dia mengakui.

Tahanan lain, Mayor Chris Air menceritakan, selama di penjara mereka didatangi aparat-aparat Iran. "Mereka mengancam kalau kami melawan, nyawa akan melayang dan bisa terjadi insiden internasional," kenangnya.

Chris meyakini saat ditangkap mereka masih berada di perairan Irak. Pernyataan itu didukung oleh Carman yang menilai penangkapan itu ilegal. "Ini harus diklarifikasi. Kami berada di perairan internasional Irak. Perairan Iran masih 3,5 kilometer," kata dia.

Pernyataan itu berbeda dengan tayangan yang disiarkan oleh stasiun televisi Iran. Dalam tayangan beberapa hari lalu, para tentara Inggris mengaku berada di perairan Iran. Namun, banyak kalangan yang meragukan tayangan itu karena suara para tahanan tidak terdengar jelas. Suara yang terdengar jelas hanya suara penerjemah dalam bahasa Arab.

Satu-satunya wanita yang ditahan, Faye Turney (26 tahun) ditempatkan terpisah dengan tentara pria. Menurut Chris, Iran menggunakan Turney sebagai alat propaganda.

Iran mengatakan, 15 tentara itu berada di perairan Iran saat ditangkap oleh Garda Revolusioner pada 23 Maret lalu. Pada Rabu (4/4), Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengumumkan pelepasan tahanan sebagai hadiah bagi rakyat Inggris. Ke 15 tahanan pulang dengan penerbangan dari Teheran pada Kamis pagi waktu setempat. [AFP/O-1]


Last modified: 7/4/07