
Seorang umat Kristiani mencium pilar yang ada di pintu masuk Gereja Holy Sepulchre di Kota Tua Yerusalem, Jumat (6/4). Kegiatan itu dilakukan sebagai rangkaian perayaah Paskah yang diikuti seluruh umat Nasrani di dunia. [AFP/Gali Tibbon]
[ROMA] Dalam rangkaian Perayaan Paskah, Paus Benediktus XVI mengajak seluruh umat dunia untuk peduli terhadap penderitaan sesama. Pesan itu disampaikan Sri Paus saat memimpin Misa Jumat Agung di Roma, Jumat (6/4).
Kemarin, Paus Benediktus XVI memimpin prosesi Jalan Salib di Colosseum Roma untuk mengenang kisah sengsara dan penyaliban Yesus. Puluhan ribu jemaat mengikuti prosesi yang diwarnai dengan kerlap-kerlip lilin di kawasan bersejarah dari jaman Romawi kuno itu. Pemimpin 1,1 miliar pemeluk Katholik di seluruh dunia tersebut membawa salib kecil saat mengakhiri prosesi Jalan Salib.
Paus menyerukan kepada pengikutnya untuk "berdoa kepada semua yang menderita di dunia". Pada kesempatan itu Sri Paus juga mengatakan, "Dosa adalah ketidaksensitifan dan menyakiti hati".
Selama prosesi Jumat Agung juga terlihat simbol universalitas Gereja yang ditunjukkan dengan kehadiran kaum muda dari Republik Kongo, Chile, Korea Selatan, Tiongkok, dan Angola, sebuah keluarga dari Dioses Roma, dan dua biarawan Fransiskan. Mereka membawa salib.
Pakar Injil dari Milan, Mgr Gianfranco Ravasi, bertanggung jawab dalam renungan kutipan Injil pada setiap perhentian dari 14 perhentian Jalan Salib. Sebelumnya, pada Jumat pagi, Paus Benediktus memimpin misa Jumat Agung di Basilika St Petrus.
Umat Kristiani dunia memulai hari-hari suci untuk merayakan Paskah. Sehari sebelumnya, Paus memimpin perayaan perjamuan terakhir dengan tradisi membasuh kaki kepada para muridnya. Misa Kamis Putih ini dilakukan di Gereja St John Lateran di Roma. Paus asal Jerman itu mengajak umat Katolik untuk berdoa bagi "pemurnian hati".
"Kita berdoa untuk membantu agar tidak memperuntukkan hidup hanya untuk diri sendiri melainkan untuk mempersembahkannya kepada Tuhan," ujar dia.
Pada Kamis, Paus juga mengadakan misa di Basilika St Petrus Vatikan yang merupakan tradisi memberkati minyak suci yang biasa digunakan dalam sakramen untuk satu tahun. Sedangkan pada Sabtu Kudus, Paus akan memimpin perayaan misa di Basilika St Petrus dimana para peziarah dan pemeluk Katolik yang mengikuti misa akan memperbarui janji baptis dan memeriahkannya dengan lilin-lilin.
Pada Minggu Paskah, umat Kristiani akan merayakan kebangkitan kembali Kristus. Pada saat itu, Sri Paus akan menyampaikan pesan dengan tema "Urbi et Orbi" (To the City and the World) sebagai pesan Paskah yang akan disampaikan dari Basilika St Petrus. Sesuai tradisi, pesan Paskah itu akan disampaikan dalam beberapa bahasa. [AP/AFP/H-12]