SUARA PEMBARUAN DAILY

Generasi Kedua Porsche Cayenne Kian Irit dan Dinamis

[Foto: Istimewa]

SEBAGAI pemegang merek dagang yang monumental di segmen sport, tentu Porsche selalu hadir mengisi segmen kendaraan mengutamakan sifat dinamis. Apalagi pasar otomotif Indonesia memiliki statistik terjadinya peningkatan peminat di segmen kendaraan Sport Utility Vehicle (SUV).

Semula, penyebab peningkatan daya serap kendaraan SUV di pasar otomotif nasional lebih banyak dipengaruhi sektor finansial dan kebutuhan angkutan keluarga. Namun, penilaian ini kemudian ternyata sedikit meleset. Bahkan, hampir saja dianggap sebagai anomali.

Menjelang akhir tahun 2006, seiring dengan meningkatnya keinginan konsumen, para penyalur kendaraan premium pun mulai melirik. Berdasarkan kondisi ini, argumen awal penyebab peningkatan permintaan tersebut menjadi gugur. Berbagai merek kendaraan ternama seperti Mercedes Benz, Audi, dan VW, mulai memperbanyak armada dagangannya di kendaraan SUV.

Begitu pula dengan Porsche yang juga sudah sejak tahun 2003 memperkenalkan Porsche Cayenne di pasar domestik. Kendaraan-kendaraan itu didatangkan oleh PT Eurokars Chrisdeco Utama (ECU) yang merupakan agen Porsche satu-satunya di Indonesia. Seperti diutarakan Manager Marketing PT ECU, Calista Tambayong, pihaknya memang lebih memilih meluncurkan kendaraan SUV dan bukannya MPV. "Kami tidak meluncurkan kendaraan Multi Purpose Vehicle (MPV) tetapi Sport Utility Vehicle (SUV)," tegas Calista.

Keseriusan agen dan distributor tunggal merek Porsche ini ditunjukkan dengan kembali meluncurkan tiga varian generasi kedua Cayenne di tahun 2007. Ketiga varian yang diluncurkan beberapa waktu lalu itu, yakni Cayenne, Cayenne S, dan Cayenne Turbo.

Pendatang baru tersebut banyak mengusung teknologi baru sistem pembakaran. Teknologi ini dipercaya menghasilkan mobil dengan mesin yang lebih tangguh dan efisien memanfaatkan bahan bakar. Mesin delapan silinder yang lebih besar dari pendahulunya ini memiliki VarioCam Plus.

Teknologi tersebut mampu mengatur gerak camshaft yang disesuaikan dengan kecepatan dan kebutuhan akselerasi kendaraan. Perkembangan ini berhasil meningkatkan tenaga mesin enam silinder menjadi 290 tenaga kuda untuk enam , dan 385 tenaga kuda untuk mesin delapan silinder. Sementara, keluaran maksimal Cayenne Turbo terdongkrak sampai 500 tenaga kuda.

Keunggulan baru lainnya pada mesin kendaraan ini datang dari sistem injeksi langsung (Direct Fuel Injection) yang berfungsi mengatur suplai bahan bakar ke ruang bakar. Dengan demikian, perfroma kendaraan menjadi lebih responsif terhadap gaya mengemudi seseorang. Hasil uji coba membuktikan, varian Cayenne mampu meluncur sampai kecepatan 227 km per jam, varian S mencapai 252 km per jam, dan pengguna Turbo akan meluncur 275 km per jam. Catatan kecepatan ini boleh dibilang tercepat di kelasnya.

Sebagai kendaraan yang mengutamakan kenyamanan mengemudi, Porsche Cayenne generasi terbaru ini juga mengusung sistem manajemen suspensi yang disebut Porsche Dynamic Chassis Control (PDCC). Manajemen sistem suspensi ini bersifat aktif meredam goncangan di jalan bergelombang.

Pada Cayenne V6 dengan transmisi enam percepatan dan kapasitas mesin 3,5 liter, akselerasi 100 km per jam dapat dicapai hanya dalam hitungan 8,1detik, jauh lebih cepat dari pendahulunya.

Kendaraan yang memiliki dimensi panjang 4,798 meter, lebar 1,928 meter, dan tinggi 1,699 meter ini dilepas on-the-road masing-masing Cayenne seharga Rp 1,585 mi-liar, Cayenne S Rp 1,938 miliar, dan Cayenne Turbo seharga Rp 2,956 miliar.

Sebagai pembidik pasar kendaraan premium di Indonesia, PT ECU hanya menargetkan menjual sebanyak 40 Cayenne di tahun 2007. Target yang cukup konservatif melihat perolehan rata-rata sejak kemunculannya di Indonesia, Cayenne mampu merebut 9,9 persen pangsa pasar SUV di kelas premium.

"Sistem pemasaran PT ECU tidak ready stock, tetapi impor kendaraan yang langsung dari Jerman itu sesuai dengan permintaan calon pembeli. Sejauh ini, belum ada pembeli yang memesan menggunakan perlengkapan GPS (Global Positioning System-Red). Tetapi, pembeli umumnya meminta perlengkapan multimedia yang terinte- grasi," jelas Calista lagi. [Y-5]


Last modified: 30/3/07