![Achmad Sutjipto [Foto: Istimewa]](0104spor.gif)
Jumat (23/3) sore, Ketua Satuan Tugas (Satgas) Pelatnas SEA Games Thailand 2007 Achmad Sutjipto terduduk lesu sendirian di ruang rapat Satgas Pelatnas di Lantai 9, Gedung KONI Pusat Senayan, Jakarta. Wajah lelaki paruh baya tersebut berkerut kencang dan kedua bola matanya tanpa henti-hentinya memandangi kertas-kertas yang terhampar di atas mejanya.
Terlihat jelas, mantan Kasal tersebut sedang risau memikirkan sesuatu. Kerisauan Sutipto bisa dimaklumi. Pasalnya, janji Pemerintah yang akan mendukung penuh segala keperluan Satgas dalam mempersiapkan hingga memberangkatkan kontingen Merah Putih ke SEA Games Thailand 2007 ternyata tidak sesuai dengan harapan.
Pemerintah seperti diungkapkan Menteri Negara Pemuda dan Olahraga Adhyaksa Dault hanya mampu mendanai Pelatnas sebesar Rp 70,5 miliar. Dana sebesar tersebut, menurut Sutjipto, sangat tidak mencukupi. Sementara target dan tuntutan pemerintah untuk memperbaiki peringkat di SEA Games sangat tinggi.
"Pemerintah seharusnya berpikir secara jernih dan realistis mendukung target yang telah ditetapkan," ujarnya kepada wartawan beberapa waktu lalu.
Meski "pusing tujuh keliling" dengan persoalan dana yang minim namun Sutjipto bukan lah tipe pemimpin yang mudah menyerah begitu saja. Mengetahui kenyataan dana pemerintah sangat terbatas, Satgas Pelatnas bergerak cepat dengan melakukan evaluasi ekspektasi perolehan medali yang disesuaikan dengan rancangan anggaran. Satgas kemudian mengajukan tiga opsi kepada Pemerintah.
Opsi pertama Satgas adalah memberangkatkan atlet sebanyak 264 atlet dengan rincian 132 atlet utama dan 132 atlet cadangan. Opsi ini hanya berorientasi pada medali emas saja. Opsi kedua berorientasi emas dan perak dengan jumlah atlet sebanyak 396 atlet dan target pencapaian medali yakni 83 emas, 79 perak. Opsi ketiga adalah untuk kontingen normal sebanyak 551 atlet dengan target pencapaian tidak hanya medali emas dan perak, tapi juga perunggu.
Belum jelas, apakah opsi-opsi tersebut disetujui atau tidak. Tapi yang jelas dalam perkembangan selanjutnya Kantor Kementerian Negara Pemuda dan Olahraga bersama-sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Satgas Pelatnas telah menyepakati untuk melakukan efisiensi pada Pelatnas SEA Games 2007 Thailand. Kesepakatan ini diambil dalam pertemuan di Gedung KONI Pusat di Jakarta, Jumat (23/3). Dalam pertemuan itu juga disepakati Pelatnas akan dirampingkan dan sekaligus mengurangi pengeluaran dana untuk hal-hal yang tidak perlu.
Kekurangan dana diharapkan sudah bisa diselesaikan akhir Mei nanti bersamaan dengan selesainya tes fisik dan kemampuan atlet, yang menentukan jumlah atlet yang akan berangkat ke SEA Games Desember mendatang.
Sebenarnya, bakal munculnya persoalan pendanaan Pelatnas SEA Games sudah jauh-jauh hari diingatkan sejumlah pengurus induk cabang olahraga. "Kami tidak ingin pengalaman buruk Pelatnas sebelumnya terulang lagi. Percuma, dibentuk Satgas ataupun badan dengan nama apapun, kalau pada akhirnya tidak bisa memberi jaminan pendanaan Pelatnas. Tugas PB adalah menyiapkan atlet dan kami berharap ada jaminan yang nyata agar Pelatnas berjalan lancar, "kata Sekjen PB Pertina Bambang Asmanu.
Pemerintah sepertinya tidak mau pernah belajar dan mengganggap persoalan ini adalah masalah sepele. Ketidakmampuan Pemerintah mendanai Pelatnas merupakan bukti bahwa Pemerintah tidak pernah punya komitmen yang sungguh-sungguh dalam mendukung bangkitnya prestasi olahraga nasional di kancah internasional.
Mennegpora Adhyaksa Dault sebaiknya berhenti mengumbar janji-janji muluk yang hanya memberi harapan kosong kepada masyarakat dan dunia olahraga nasional. [M-17]